Menyerah
Aku nggak mau itu terjadi, lebih dari awal ngomong pahitnya, daripada berakhir kecewa.
Terdengar Bagus menghela nafas. "Aku minta maaf kalau selama sudah bikin kamu kesel, karena sering tidak menepati janji. Tapi percayalah, itu semua karena aku sedang banyak beban pikiran. Kamu tahu sendiri, sebentar lagi aku sidang, mempersiapkan pernikahan kita juga. Belum lagi tekanan dari senior dan konsulen, yang kadang menghabiskan seluruh waktuku. Kamu tahu dunia pendidikan di negeri ini seperti apa? Bullying terhadap junior selalu ada, kadang tanpa perasaan mereka memintaku menggantikan jadwal praktek mereka. Jadi tolong, kamu bisa sedikit mengerti keadaanku. Aku janji semua akan membaik setelah aku
Hot Chapters