IBUKU PELAKOR
Ternyata tidak, dia sangat lelap tidurnya.
"Loh, kok nggak dimakan?" tanyaku, saat aku ke belakang lagi membawa teh.
"Nunggu Kakak," jawab Satria.
"Ya udah, kita makan yok. Udah laper nih," kataku.
Aku tak mau dulu, membahas masalah tadi. Takut membunuh selera makan Satria. Kalau aku, perutku memang lapar sekali. Kebiasaanku juga, kalau sedang banyak pikiran, makanku justru banyak. Makanya, nggak berlaku tuh sama aku. Jadi kurus, gara-gara makan ati. Walau tak dipungkiri, sekarang, bobot tubuhku sudah mulai normal kembali. Jangan turun lagi lah kalau bisa.