Nikah Yuk, Gus!
Orang-orang tidak peduli dengan hal tersebut, rupa sangar Bawon, rambut serupa ijuk disemir cokelat, sepatu hitam penuh debu, jaket kulit dikeroposi kemarau dan musim penghujan, mengesankan bahwa ia pria urakan, sosok kaum adam yang hidup di jalanan.
"Hahaha. Dia gadis sok suci pembuat ulah di diskotik, hmmm lo dulu pernah ke sana, kan? Menemuinya?" selidik Bawon sambil menginjak kain pel Agam.
Dua insan itu saling tatap, menikam maksud dalam benak masing-masing. Sementara Zea merasa agak aneh. Ia hanya mampu mendengar tanpa bisa ikut campur karena belum mengerti pokok permasalahannya. Intinya, ia tahu bahwa Bawon bukan pria baik. Dalam tatanan hidup sosial yang telah tersebar di sekitar tem
Hot Chapters