Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mistpouffer

Mistpouffer

Namika langsung menoleh ke samping dan menyadari jika Inola memang sedang berbicara dengannya. “Okey, kamu mau ngomong di mana?” tanya Namika. Perempuan itu tidak membalas kata-kata Namika dan hanya berjalan. Namika mendesah pelan dan memutuskan untuk mengikuti Inola. Mereka berdua kemudian tiba di kafe yang berada di pinggir pantai. Dekorasi kafe itu membuat Namika mengingat kafe di pantai Bali Selatan. Ia pun melihat itu dengan ketertarikan mendalam.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai nimna book cafe
Baca
+Pustaka
Tunjukkan Pesonamu, Nina!

Tunjukkan Pesonamu, Nina!

Cicit Bagas. "Mas emang paling top sedunia." **** Bagas dan Nina menghabiskan waktu di sebuah cafe bernuansa alam. Di sudut, ada sebuah ruangan dengan banyak rak buku yang mengelilingi sebuah meja tengah. Tapi, juga ada pilihan untuk duduk-duduk di bean bag yang berbataskan dinding kaca. Keduanya hening, fokus membaca buku masing-masing, sambil memakan camilan dan minuman yang telah mereka pesan. Nina membaca novel romansa sedangkan Bagas membaca komik detektif conan.
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai nimna book cafe
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Saudara

Terjebak Cinta Saudara

kata Nayla. Naraya menutup buku menu, kemudian terlihat berpikir. “Tidak apa-apa kamu keluar buat beli rujak?” tanya Naraya ragu, taku mengganggu kerjaan adiknya. “Ga apa-apa, lagipula kafe juga sedang sepi,” jawab Nayla, kemudian mengedarkan pandangan dan melihat hanya beberapa pengunjung yang datang di sana.
9.612.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai nimna book cafe
Baca
+Pustaka
MENANTI HATI MAJIKAN YANG TERPAKSA KUNIKAHI

MENANTI HATI MAJIKAN YANG TERPAKSA KUNIKAHI

tanya Namira makin penasaran. "Dekat Bank BCA yang di jalan utama sebelum masuk jalan kompleks ini satu, yang dekat jalan menuju Bandara satu, Nami. Yang lainnya Simbok gak tau." Namira manggut-manggut. Ternyata cafe tempatnya bekerja dulu adalah milik Ervan. Pantas saja waktu itu si bos tanpa babibu langsung menyuruhnya minta maaf, mungkin ingin Namira berlutut di hadapannya. Dia pikir masalah akan cepat selesai dengan seperti itu, dan Namira tetap bisa bekerja jika pemilik cafe bermurah hati padanya.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai nimna book cafe
Baca
+Pustaka
Ratu Indigo VS Bad Boy

Ratu Indigo VS Bad Boy

Tanya Raga. Amira mengangguk. Dia sudah bisa melihat sekeliling sekarang. Amira baru menyadari jika cafe yang mereka datangi ternyata sangat bagus. Cafe bernuansa kayu dengan hiasan tanaman rambat dan lampu kecil yang berkelap-kelip. Tempat yang sangat cocok untuk anak muda. “Suka enggak cafenya?” Tanya Evan setelah Amira selesai melihat ke sekeliling. “Gue sempet cari di internet. Ini yang paling banyak rekomendasinya.”
1013.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 375 kali sebagai nimna book cafe
Baca
+Pustaka
Menikahi Pria Culun Konglomerat

Menikahi Pria Culun Konglomerat

“Iya, bener juga. Di sini lebih hangat. Lebih terasa seperti “rumah” Obrolan kemudian beralih ke rencana usaha. Bani dengan semangat bercerita tentang keinginannya membuka bengkel, sementara Didi bercita-cita punya kafe kecil. “Kalian serius? Kafe?” tanya Kanaya dengan mata berbinar. “Kenapa enggak? Nanti kita kasih nama Renata Cafe,” jawab Didi santai. “Menu spesialnya kopi susu rasa ASI.”
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai nimna book cafe
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status