Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pilihan York

Pilihan York

Di saat yang lain sibuk beradu dalam alam mimpi, York sibuk berada dengan pikirannya. Beruntung cafe ini buka 24 jam dan suasana tropical yang sudut diisi dengan deretan buku-buku yang tertata rapi pada rak-rak kayu yang semakin menambah kesan minimalis namun aesthetic cafe ini. York mengamati cafe yang hanya menyisikan beberapa orang saja. Termasuk seorang pria yang duduk dengan anggun sambil membolak-balikkan buku seolah ia adalah objek yang baru keluar dari lukisan. Jangankan pengunjung bahkan para waiters pun curi-curi pandang bahkan memandang dengan terang-terangan ke arah pria berkulit putih pucat tersebut seolah siap untuk memangsanya. Kaos hitam yang dikenakannya tampak memamerkan ot
4.2K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as nimna book cafe
Read
+Library
Pria Pertamaku Ternyata Seorang Penguasa

Pria Pertamaku Ternyata Seorang Penguasa

“Benar. Dan aku benar-benar muak. Aku pikir bagus aku keluar dari sana, tapi tidak melakukan apapun ternyata membuatku sangat bosan.” Ruby mendengar decakan khas Liv dari seberang. “Baiklah. Kita bertemu di cafe buku biasa. Satu jam lagi aku ke sana.” Ruby memasukkan ponselnya kedalam tas dan bergegas pergi. Cafe buku yang dimaksud Liv adalah sebuah cafe kecil yang menyediakan ribuan buku yang bisa dibaca dan dipinjam kapan saja. Ruby dan Liv sudah menjadi anggota tetap sejak mereka kuliah dan mengenal sangat dekat pemilik cafe buku itu.
1015.4K viewsCompletedAdded to Library 429 Times as nimna book cafe
Read
+Library
Angin di Antara Kita

Angin di Antara Kita

Ia sudah pulih—dan kini siap menulis bab baru dalam hidupnya sendiri. Suasana kafe di pusat kota malam itu berbeda dari biasanya. Lampu-lampu temaram bergelantungan di langit-langit, menciptakan suasana hangat bercampur gugup. Di panggung kecil di sudut ruangan, backdrop bertuliskan “Peluncuran Buku: Jejak di Balik Kata” terbentang sederhana tapi elegan. Nayla berdiri di depan cermin ruang belakang, memandangi bayangannya.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 30 Times as nimna book cafe
Read
+Library
Tergoda! Mantanku Om-Om

Tergoda! Mantanku Om-Om

Abimana mempersilahkan Raniya untuk memasuki ruangan yang sengaja disterilkan dari selain mereka, hanya berdua saja. Raniya memeta sekitar, lalu menatap Abimana. “Cafe siapa?” tanyanya. “Ronal, temanku. Ini bukan club malam, tapi cafe model pelayanan indoor ini sering disewa untuk acara privat bagi mereka yang ingin bersenang-senang tanpa datang ke club malam bercampur banyak orang … semua pekerja pulang selesai menyiapkan, dipastikan nggak ada yang melihat ini atau tau. Kamu bebas!” terang Abimana menyusuri sudut meja di depan, dari kolong meja itu kedua tangannya membawa keluar dua pasang botol minuman beralkohol utuh, lalu membukanya tanpa mengalihkan tatapannya dari wajah Raniya. “Mau di
101.7K viewsCompletedAdded to Library 43 Times as nimna book cafe
Read
+Library
Nayla

Nayla

Didesain interior berwarna pastel. Kafe ini akan membuat pengunjungnya nyaman dan betah berlama-lama karena ada warung kopi yang menyediakan makanan dan minuman. Koleksi bukunya juga banyak dengan berbagai jenis buku yang beragam. Sungguh, Nayla sangat kagum dengan usaha yang baru Bagas akan geluti. Matanya sudah dimanjakan dengan buku-buku yang tersusun di rak dengan rapih. Aroma buku dan minuman bercampur jadi satu.
9.420.4K viewsCompletedAdded to Library 508 Times as nimna book cafe
Read
+Library
Gara-gara Status Facebook Istri Pertamaku

Gara-gara Status Facebook Istri Pertamaku

Tama mengeluarkan ponsel, lalu pergi menghubungi Namira. “Mas di mana? Lama amat. Aku sudah siap ini,” rengek Namiradengan suara khasnya, manja. “Aku di kafe bawah. Buruan ke sini. Lima menit gak sampai,aku tinggal pergi.” “Lah, langsung masuk aja. Aku sudah pakai lingerie ini.Malas mau ganti lagi.” “Gak usah protes. Waktumu empat menit lagi.”
9.736.6K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as nimna book cafe
Read
+Library
Pesona sang Biduan

Pesona sang Biduan

kata Maria yang duduk menghadap laut di samping Frida. "Bagaimana dengan kamu Tiara?" "Saya suka cafe mba, tempatnya nyaman dan indah banget," jawab Tiara seraya memutar pandangannya sekeliling. Maria tersenyum manis mendengar ucapan mereka yang tampak puas dengan cafe miliknya. Cafe M&M milik Maria memang adalah cafe yang terbilang masih baru di kota Lubrica, belum banyak yang tahu jika di puncak sebuah bukit terdapat cafe yang begitu megah.
105.5K viewsOngoingAdded to Library 159 Times as nimna book cafe
Show Reviews (15)
Read
+Library
Damita palullungan
semoga nanti kehidupan Tiara dan ibunya membaik, terus berjuang ya Tiara banyak sahabat yang mendukungmu, at least aku gak suka sama Erwin disini, laki laki buaya liat perempuan yang cantik maunya main embat aja huhhh
Agungs Yud
saya selalu menyukai cerita tentang wanita yang kuat, tegar dan mampu menghadapi semua hambatan dalam hidupnya, sama seperti sosok Tiara dalam cerita ini, dan semoga pertemuan dengan Erick bisa menjadi jalan baik dalam hidupnya. sukses Tiara #agungyudistira
Read All Reviews
Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)

Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)

Revan pun demikian, suatu saat pasti akan ketahuan. Sementara itu, siang ini adalah pembukaan kafe milik Mayang. Wanita cantik itu memberi nama kafe 'Rema Kafe' dan tidak ada yang bertanya tentang arti nama itu. Nama yang tidak akan pernah hilang dari hati Mayang hingga kapan pun. Awal pembukaan, pengunjung sangat menyukai konsep yang diusung oleh Mayang.
1013.5K viewsCompletedAdded to Library 282 Times as nimna book cafe
Read
+Library
Pria Tepat Untuk Karina

Pria Tepat Untuk Karina

Mereka berdua berjanji akan membantu Karina sampai kafe itu layak menjadi pemasukan utama gadis itu. Bicara soal nama kafe, Karina memberi nama And cafe. Dia tidak memiliki alasan khusus. Hanya saja itu yang pertama terlintas di kepalanya. Bisa di bilang,Karina tidak pandai melebeli sesuatu. Karina memperkeejakan seorang mahasiswi bernama Olivia. Berawal dari pertemuan mereka di sebuah kafe, saat Olivia mengoceh tentang betapa tidak enaknya kopi di sana.
2.9K viewsCompletedAdded to Library 109 Times as nimna book cafe
Read
+Library
Mengejar Restu Tuhanmu

Mengejar Restu Tuhanmu

"Ini, tuan." "Berapa?" "1.441yen." Setelah membayar bukunya, Rin melihat jam tangannya, dan tersenyum. Dengan rasa gembira, Rin pergi dari toko buku dan bersiap ke tempat selanjutnya. Di cafe.... Seorang wanita cantik yang duduk di cafe sendirian. Menatap ke arah luar, menunggu kedatangan seseorang yang di tunggu. Tak lama sebuah mobil terparkir di depan cafe, dan seorang pria turun dari mobil.
1.6K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as nimna book cafe
Read
+Library
PREV
1234569
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status