Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PERTAMA UNTUK NAIMA

PERTAMA UNTUK NAIMA

Naima memperhatikan sikap absurb Jaka, memutar badannya Naima menuju ketempatnya bersiap menerima pengunjung. Naima terlihat mondar-mandir dari meja satu ke meja yanga lainnya, gadis jawa itu begitu cekatan. Sepertinya hanya Naima yang sering di panggil oleh pelanggan, ada beberapa pegawai yang bertugas malam ini, tapi yang di lihat dari mata Albe, para pengunjung cafe terlihat lebih nyaman di beri layanan oleh Naima. Albe mengamati dari dalam ruangannya yang sedikit agak jauh, tapi tetap dapat memantau suasana cafe. Beberapa hari ini Albe sibuk dengan dokumen keberangkatannya ke Amerika dan dokumen bisnisnya. Albe jarang mengunjungi Cafe, Jaka yang akan datang melaporkan perkembangan Cafe
1037.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai nimna book cafe
Tampilkan Ulasan (53)
Baca
+Pustaka
athena_vivian
asekkkkkk, gue suka gaya Naima!! Jadi cewek emang harus tahan banting selain tahan yang lain. Bab-nya udh banyak, y, Kak...gratis satu bab, donkkkk................., tapi, Naima kaya Alice in Wonderland, ya...having great experiences in another places....
Rezquila
Hai saya Rezquila penulis novel ini. Terima kasih yang sudah setia membaca karya perdanaku... Silahkan tinggalkan komen, kritik atau saran. kesan dan pesan untuk cerita saya krisan kalian sangat berharga untuk saya...️ cinta kalian semua
Baca Semua Ulasan
When I Me(e)t You

When I Me(e)t You

Tidak banyak café yang buka 24 jam, mungkin saja memang Niken sedang sangat ingin makan supper, dan café itu hanyalah satu-satunya opsi, atau mungkin Niken sedang menunggu Delia. “Ken.” Niken mendongak dan mendapati Caraka yang tengah menatapnya bingung. “Kamu ngapain jam segini, Ka?” Pasalnya memang saat itu sudah menunjukkan hampir pukul 02.00 dini hari. Hanya orang yang benar-benar kelaparan, atau orang yang baru pulang dari club yang biasanya mampir ke café. “Harusnya aku yang nanya. Café ini deket banget sama tempatku, wajar kalo laper aku ke sini. Kamu? Ini udah tengah malem. Laper juga? Di deket apartemenmu nggak ada café buka?”
1023.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 859 kali sebagai nimna book cafe
Baca
+Pustaka
Kelana

Kelana

sambungnya ramah. Lana mengangguk-angguk dan mengucapkan terima kasih, lalu langsung berkeliling melihat-lihat koleksi buku di Nirvana Bookstore. Lana berhenti cukup lama di depan rak yang memajang koleksi novel-novel dan zine karya penulis-penulis indie. Lana tertarik pada sebuah buku kumpulan cerpen bersampul putih bergambarkan Sekuntum mawar merah yang layu di dalam vas penuh air, karya seseorang yang menyebut dirinya Bulan Jingga. Judul buku itu "Tentang Sesuatu yang Pikirmu Kautahu". Lana membaca sampul belakang buku itu dan semakin tertarik untuk membaca keseluruhannya. Akhirnya, Lana pun membawa buku itu serta dua buah zine karya sebuah kolektif perempuan ke kasir dan membayarnya pad
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai nimna book cafe
Baca
+Pustaka
Pilihan York

Pilihan York

Di saat yang lain sibuk beradu dalam alam mimpi, York sibuk berada dengan pikirannya. Beruntung cafe ini buka 24 jam dan suasana tropical yang sudut diisi dengan deretan buku-buku yang tertata rapi pada rak-rak kayu yang semakin menambah kesan minimalis namun aesthetic cafe ini. York mengamati cafe yang hanya menyisikan beberapa orang saja. Termasuk seorang pria yang duduk dengan anggun sambil membolak-balikkan buku seolah ia adalah objek yang baru keluar dari lukisan. Jangankan pengunjung bahkan para waiters pun curi-curi pandang bahkan memandang dengan terang-terangan ke arah pria berkulit putih pucat tersebut seolah siap untuk memangsanya. Kaos hitam yang dikenakannya tampak memamerkan ot
4.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai nimna book cafe
Baca
+Pustaka
Pria Pertamaku Ternyata Seorang Penguasa

Pria Pertamaku Ternyata Seorang Penguasa

“Benar. Dan aku benar-benar muak. Aku pikir bagus aku keluar dari sana, tapi tidak melakukan apapun ternyata membuatku sangat bosan.” Ruby mendengar decakan khas Liv dari seberang. “Baiklah. Kita bertemu di cafe buku biasa. Satu jam lagi aku ke sana.” Ruby memasukkan ponselnya kedalam tas dan bergegas pergi. Cafe buku yang dimaksud Liv adalah sebuah cafe kecil yang menyediakan ribuan buku yang bisa dibaca dan dipinjam kapan saja. Ruby dan Liv sudah menjadi anggota tetap sejak mereka kuliah dan mengenal sangat dekat pemilik cafe buku itu.
1015.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 419 kali sebagai nimna book cafe
Baca
+Pustaka
Angin di Antara Kita

Angin di Antara Kita

Ia sudah pulih—dan kini siap menulis bab baru dalam hidupnya sendiri. Suasana kafe di pusat kota malam itu berbeda dari biasanya. Lampu-lampu temaram bergelantungan di langit-langit, menciptakan suasana hangat bercampur gugup. Di panggung kecil di sudut ruangan, backdrop bertuliskan “Peluncuran Buku: Jejak di Balik Kata” terbentang sederhana tapi elegan. Nayla berdiri di depan cermin ruang belakang, memandangi bayangannya.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai nimna book cafe
Baca
+Pustaka
Tergoda! Mantanku Om-Om

Tergoda! Mantanku Om-Om

Abimana mempersilahkan Raniya untuk memasuki ruangan yang sengaja disterilkan dari selain mereka, hanya berdua saja. Raniya memeta sekitar, lalu menatap Abimana. “Cafe siapa?” tanyanya. “Ronal, temanku. Ini bukan club malam, tapi cafe model pelayanan indoor ini sering disewa untuk acara privat bagi mereka yang ingin bersenang-senang tanpa datang ke club malam bercampur banyak orang … semua pekerja pulang selesai menyiapkan, dipastikan nggak ada yang melihat ini atau tau. Kamu bebas!” terang Abimana menyusuri sudut meja di depan, dari kolong meja itu kedua tangannya membawa keluar dua pasang botol minuman beralkohol utuh, lalu membukanya tanpa mengalihkan tatapannya dari wajah Raniya. “Mau di
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai nimna book cafe
Baca
+Pustaka
Nayla

Nayla

Didesain interior berwarna pastel. Kafe ini akan membuat pengunjungnya nyaman dan betah berlama-lama karena ada warung kopi yang menyediakan makanan dan minuman. Koleksi bukunya juga banyak dengan berbagai jenis buku yang beragam. Sungguh, Nayla sangat kagum dengan usaha yang baru Bagas akan geluti. Matanya sudah dimanjakan dengan buku-buku yang tersusun di rak dengan rapih. Aroma buku dan minuman bercampur jadi satu.
9.420.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 501 kali sebagai nimna book cafe
Baca
+Pustaka
Gara-gara Status Facebook Istri Pertamaku

Gara-gara Status Facebook Istri Pertamaku

Tama mengeluarkan ponsel, lalu pergi menghubungi Namira. “Mas di mana? Lama amat. Aku sudah siap ini,” rengek Namiradengan suara khasnya, manja. “Aku di kafe bawah. Buruan ke sini. Lima menit gak sampai,aku tinggal pergi.” “Lah, langsung masuk aja. Aku sudah pakai lingerie ini.Malas mau ganti lagi.” “Gak usah protes. Waktumu empat menit lagi.”
9.736.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai nimna book cafe
Baca
+Pustaka
Pesona sang Biduan

Pesona sang Biduan

kata Maria yang duduk menghadap laut di samping Frida. "Bagaimana dengan kamu Tiara?" "Saya suka cafe mba, tempatnya nyaman dan indah banget," jawab Tiara seraya memutar pandangannya sekeliling. Maria tersenyum manis mendengar ucapan mereka yang tampak puas dengan cafe miliknya. Cafe M&M milik Maria memang adalah cafe yang terbilang masih baru di kota Lubrica, belum banyak yang tahu jika di puncak sebuah bukit terdapat cafe yang begitu megah.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai nimna book cafe
Tampilkan Ulasan (15)
Baca
+Pustaka
Damita palullungan
semoga nanti kehidupan Tiara dan ibunya membaik, terus berjuang ya Tiara banyak sahabat yang mendukungmu, at least aku gak suka sama Erwin disini, laki laki buaya liat perempuan yang cantik maunya main embat aja huhhh
Agungs Yud
saya selalu menyukai cerita tentang wanita yang kuat, tegar dan mampu menghadapi semua hambatan dalam hidupnya, sama seperti sosok Tiara dalam cerita ini, dan semoga pertemuan dengan Erick bisa menjadi jalan baik dalam hidupnya. sukses Tiara #agungyudistira
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status