Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Grow Up Love

Grow Up Love

Sepertinya sudah sejak lama Ralina tau, perasaan Tian kepadaku. Siangnya, aku dan Tian mendatangi cafe buku yang belum lama dibuka. Indah sekali. Tempat, suasana, dan lingkungan sekitarnya. Kebetulan salah satu owner di sana, seniorku waktu kuliah. Lokasinya terpencil agak jauh dari pusat kota. Aku pernah diberi undangan ke opening cafe, tapi gagal datang karena ada pekerjaan freelance ke luar kota di hari yang sama.
3.4K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as nimna book cafe
Read
+Library
GAMBAR SUAMIKU DAN SELINGKUHANNYA DI BALIHO RAKSASA

GAMBAR SUAMIKU DAN SELINGKUHANNYA DI BALIHO RAKSASA

“Ada di proposal bisnis. Gampanglah nyarinya. Direktur PT. Usah Kau Kenang Lagi.” “I-Iya. Ada apa, Jei?” “Emm. Mau tanya, tahu di mana café yang buka 25 jam sehari?” ujar Jei. “Tapi sehari hanya 24 jam, Jei.” “Maksudku itu, 24 jam.” “Café Jangan Cinta di pinggir danau sipin, Jei.” “Itu di mana, bisa tunjukkan arahnya dari kantorku?”
2.4K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as nimna book cafe
Read
+Library
Halte Cafe

Halte Cafe

Hingga membuat seorang pria mendongakkan kepala ke arah pintu masuk. "Selamat siang. Selamat datang di Halte Cafe," sambut Yuya sang Owner cafe. Mata pria itu sedikit menyipit tatkala melihat warna kelabu berpendar keluar dari tubuh Elea. Wanita dengan rambut diikat ke atas itu pun melangkah semakin jauh ke dalam cafe. Manik matanya berpendar ke seluruh ruangan. Dilihatnya, bahwa dindingnya berlapis batu bata cokelat. Tidak ada lampu yang digantung pada langit-langit. Melainkan sebuah tiang lampu minyak seperti London di zaman Jack The Ripper yang menyebar ke segala tempat.
2.6K viewsOngoingAdded to Library 86 Times as nimna book cafe
Read
+Library
Tiba-tiba Menikah Dengan Mantan

Tiba-tiba Menikah Dengan Mantan

Tapi di tengah lalu-lalang orang-orang yang saling buru-buru, Nayara merasa sangat sendirian. Ia membuka catatan kecil di tangannya—daftar tempat yang mungkin bisa menjadi petunjuk keberadaan Raka. Tujuan pertama: Mahendra Café cabang utama. Ia melangkah masuk ke kafe yang cukup besar itu dengan jantung yang berdetak cepat. Beberapa pelayan mengenakan seragam hitam dengan lencana nama kecil di dada. Seorang manajer wanita menyapanya, “Ada yang bisa saya bantu?”
2.1K viewsCompletedAdded to Library 75 Times as nimna book cafe
Read
+Library
Shadow

Shadow

Kendra dan Mauryn menulis nama, jam lama tinggal dan tanda tangan di buku tamu caffe itu bergantian. "Silakan." Kasir ramah itu mempersilakan sambil memberikan 2 ID card untuk Kendra dan Mauryn. Kendra dan Mauryn memasuki ruangan tertutup tirai merah itu. "Woooaaahhh." Mauryn terkejut melihat ruangan caffe perpustakaan ini. Ada banyak ruangan di pinggiran dan rak buku ditengah. "Ayo, kita kesana," ajak Kendra yang diikuti Mauryn. Gadis cantik itu tak berhenti takjub dengan tempat ini.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as nimna book cafe
Read
+Library
Bertahan Dalam Asa Hampa

Bertahan Dalam Asa Hampa

Merapikan hijabnya sebentar, Nissa beranjak mendekat pada Naira yang tersenyum riang menyambutnya. "Hallo, Mbak Nissa, apa kabar?" sapa sang pembawa acara. "Alhamdulilah, baik," sambut Nissa. "Jadi, sesuai yang di ceritakan Mbak Naira barusan. Nama cafe ini diambil dari huruf depan para owner, ya?" Nissa hanya mengangguk mengaminkan. "Nah, ini kan nama cafenya N'3. Berarti ada tiga orang harusnya. Mbak Naira, Mbak Nissa, dan ... satu lagi kalau boleh tahu siapa? Kalau orangnya ada, boleh di panggil juga."
1017.8K viewsCompletedAdded to Library 444 Times as nimna book cafe
Read
+Library
Side Story of Erhan

Side Story of Erhan

Nadira mengedikkan bahu. Erhan tampak mengangguk-angguk mengerti. Kedekatan Nadira dengan kakak iparnya itu memang tidak bisa diragukan lagi. Erhan menegakkan tubuh, begerak setengah langkah dan berdiri di hadapan Nadira. "Temen aku punya cafe," ucap pria itu kemudian. "Nama cafenya Our Heaven. Kamu tahu?" Nadira menggeleng. "Dia mengusung tema private library. Disana ada rak-rak yang berisi buku fiksi dan non fiksi. Dia menamai cafenya Our Heaven karena ingin setiap pelanggannya yang gemar membaca merasa cafe itu seperti surganya pribadi. Buku-bukunya juga bisa disewa. Ada semacam kartu keanggotaan yang dibuat untuk para konsumennya. Ada area indoor, outdoor dan rooftop." Tutur pria itu men
9.825.0K viewsCompletedAdded to Library 650 Times as nimna book cafe
Read
+Library
KESEMPATAN KEDUA SANG RATU YANG TERBUANG

KESEMPATAN KEDUA SANG RATU YANG TERBUANG

kataku sambil merapikan syal sutra yang menutupi leherku. "Baik, Nyonya. Perlu saya siapkan bekal makan siang?" tawar Bi Inah dengan ramah. "Tidak perlu, Bi. Terima kasih." Tentu saja aku tidak pergi ke butik. Aku mengendarai mobil kompak milikku, bukan sedan mewah yang biasa kusopiri, menuju sebuah kafe kecil yang terletak di distrik bisnis pinggiran. Namanya "The Daily Grind Cafe". Tempat ini jauh dari jangkauan lingkaran sosialita dan kolega bisnis Marco. Sempurna untuk pertemuan rahasiaku.
10718 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as nimna book cafe
Read
+Library
Jejak Takdir Almira

Jejak Takdir Almira

“Baiklah…” Perjalanan singkat dengan mobil itu membawa mereka ke sebuah kafe kecil di sudut kota. Dari luar tampak sederhana, dengan dinding kayu dan papan nama usang. Namun begitu pintu dibuka, aroma kopi bercampur wangi roti panggang menyambut hangat. Rak buku berjejer di dinding, dan beberapa pengunjung duduk tenang membaca atau berbincang pelan. Almira terpana sejenak. “Aku bahkan tidak tahu ada tempat seperti ini…”
732 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as nimna book cafe
Read
+Library
Hasrat Terpendam Sang Kameramen

Hasrat Terpendam Sang Kameramen

Kafe Miranti terletak hanya dua blok dari kampus ISMD, sebuah kafe cozy yang pernah menjadi tempat pertemuan Beni dan Rendra sebelumnya. “Selamat datang di Miranti kakak!” Suara pelayan menyambut dengan ceria ketika Beni masuk ke dalam Kafe. “Americano satu.” Setelah memesan, Beni memilih tempat duduk di sudut dekat jendela, dari sana ia bisa melihat siapa saja yang masuk. Jantungnya berdebar tak karuan. Jarum jam menunjukkan pukul 11.05—Putri Bidadari sudah terlambat lima menit.
104.5K viewsCompletedAdded to Library 179 Times as nimna book cafe
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status