Jodoh Yang Dinanti
"Weihhh, apa kabar antum? Dateng juga ditunggin dari tadi."
"Biasa-biasa, jalananan di kota pagi-pagi aja udah macet."
"Ha ha, iya juga. Ya udah, ayo masuk. Pasti haus, 'kan?" Adnan menepuk bahu Nathan, membawanya serta ke ruang tamu lain.
"Hm, tenggorokan ku udah kayak padang pasir, nih. Kering."
Adnan geleng-geleng mendengar jawaban Nathan. Setelah duduk di sofa tepat di hadapan sebuah kamar. Fara datang dengan membawa nampan berisi teh hangat.
Hot Chapters