Benih Papa Sahabatku
Hanya tersisa tiga juta rupiah.
"S1alan! Kemana sih si Ferry? Kalau lagi dibutuhin malah kayak hantu. Kalau gak dibutuhin, datang terus," gerutu Hesti kesal. Membanting handphone ke atas kasur. Hesti tidak pernah tahu alamat rumah Ferry. Selama ini setiap Hesti bertanya alamat rumah Ferry, lelaki itu tak pernah menjawab.
Tidak berselang lama, terdengar suara dering panggilan. Hesti langsung meraih kembali handphone-nya. Namun, kening Hesti mengkerut melihat nama kontak yang meneleponnya.