Air Mata si Kupu-Kupu Malam
Baru saja langkah keduanya mencapai halaman, suara yang tak asing menyambut kedatangan mereka, disertai tepukan tangan.
"Wah, wah, wah, calon pengantin ini akhirnya datang kemari ...."
Dia tak lain dan tak bukan adalah Mami Berliana. Wanita itu menatap Laura dan Lucky dengan penuh kewaspadaan, dari ujung kaki hingga kepala.
"Eh, salah," sambung wanita itu buru-buru. "Calon pengantin yang gagal ... ada apa kalian datang kemari? Kangen sama saya?" Mami Berliana mengembuskan asap rokoknya.