Jimat Tali Mayat
Hal itu diperkuat lagi dari ulas senyum dinginnya, mengambang di antara seruput nikmat air kopi hingga tegukan terakhir.
‘Aku harap, Ki Jarok suka dengan manusia-manusia semacam ini ....’ membatin Basri usai istrinya pergi ke dapur hendak mempersiapkan sajian makan malam. ‘He-he, baguslah.’
Obrolan mereka pada sore itu membuka pikiran Basri untuk segera membuka usaha baru guna menutupi pekerjaan dia yang sebenarnya. Apalagi tadi sempat berjanji pada Lastri untuk melihat-lihat tempat usaha milik temannya, Jarok. Dengan simpanan uang yang sudah lumayan banyak dari hasil berjudi selama beberapa bulan ini, tidak terlalu sulit baginya untuk cepat-cepat mewujudkan rencana tersebut. Tidak di kampun
Hot Chapters