Jerat Hasrat Mr. Presdir
Revan menutup layar laptopnya lalu tersenyum dengan lebar, "Nah lihat bukan? Siapa yang sebenarnya mesum di sini?"
Wajah Valeria seketika memerah mendengar ucapan Revan, "Itu... Itu karena saya tidak sadar, sudahlah, apa harus kita memperpanjang hal ini?"
Valeria tersentak saat Revan kembali menghimpitnya ke arah tembok. Saat ini tubuh mereka kembali merapat sempurna, nafas Revan terasa menyapu ke arah wajah Valeria. Valeria menenggak ludah saat merasakan aroma maskulin Revan menyeruak ke dalam hidungnya. Apa ini? Kenapa ia jadi berdebar seperti ini kembali saat berdekatan dengan pria itu?