Istri Gila Pak Dokter
Gaun merah ketat yang ia kenakan tampak mencolok di antara bayangan suram ruangan, seolah dirinya adalah penguasa tempat ini.
Eryas menunduk, memperhatikan tangan Dharma yang masih menggenggamnya erat, terlalu erat, hingga buku-buku jarinya memutih. Tangan satunya terkepal, menahan emosi yang jelas bergolak di balik sikap tenangnya.
Dharma berbalik, wajahnya dipaksakan ramah, seolah menyembunyikan bara api di dalam dadanya. "Maaf, saya hanya dokter baru di sini. Silahkan minta tolong pada yang lebih berpengalaman."