MEMBALAS KESOMBONGAN IPARKU
Lalu dia berjalan meninggalkan rumah peninggalan keluarga istrinya itu.
Mbak Winda masih menangis di tepi ranjang. Hatinya kembali mengutuki Mia. Dia yakin, hanya Mia yang memiliki file rekaman itu. Bukannya introspeksi diri, dia kini malah mencari kambing hitam. Mia adalah orang yang akan dibuatkannya perhitungan.
“Dasar adik ipar beg*, t*l*l, miskin! Awas saja kalau ketemu, akan kubuat habis masa depanmu! Sial*n kamu, Mia!” pekiknya sambil memukul-mukul lantai.