Ranjang Panas Sang Presdir
Dara segera menggelengkan kepala untuk menyingkirkan pikiran kotor itu dan menepuk-nepuk pipinya.
Keesokan paginya, tubuh Dara terasa segar, karena tadi malam tidak memimpikan apapun. Dara meregangkan tubuhnya, lalu pergi bersiap untuk bekerja, karena hari ini begitu padat jadwalnya.
Ketika masih dalam perjalanan, Raisa menelpon. Dari suaranya, sekretarisnya itu terdengar panik.
“Halo, Bu. Gawat, semua pemilik saham terus-menerus telepon, Bu. Saya tidak bisa menghadapinya lagi!”
Hot Chapters