Dipaksa Nikah
Suaranya berisi ancaman dan kemarahan.
Mataku kupejamkan, kutahan tangisku yang tadi pecah. Masih sesenggukan kutatap lagi wajahnya.
"Kau orang pertama yang berhasil membuatku hancur, sedih, sakit hati, rendah diri.. baru beberapa hari menikah dan aku sudah menjadi manusia menyedihkan seperti ini. Cukup... aku sudah muak dengan Seoul." Jawabku pelan dengan airmata masih menetes deras. Aku sakit hati, diremehkan... seumur hidup... Ini kali pertama aku merasa serendah ini. Apa papi tahu.. anak satu-satunua diperlakukan serendah ini? Apa mamiku melihat anaknya menikah dan bernasib seperti ini. Apa perlu aku laporkan ke nu Fatimah, mertuaku.. bahwa anaknya telah memperlakukanku seperti ini?