PULANG DARI RANTAU
tukas Bu Rini ringan.
“Oh, ada apa, ya, Ma? Penting?” Mas Baska merasa heran. Rasanya ketika lebaran pun, Bu Rini acuh tak acuh pada keluarga mereka. Kenapa sekarang tiba-tiba berubah menjadi baik lagi.
“Iya, penting! Mama tunggu!” Bu Rini menutup panggilan. Senyumnya sumringah. Otaknya sudah merangkai semua cerita yang lebih sempurna untuk membuat Mas Baska yakin kalau uang kiriman yang dulu dikirim ke rekeningnya habis untuk membayar utang yang ditagihkan oknum yang mengaku rentenir yang dulu Mas Baska pernah pinjam. Dia mau baik lagi pada Kiran dan Cahaya untuk mengambil hati Mas Baska.