Once then Forever
Di tengah gelanyar asing yang menguasai tubuh, Sera berusaha membuka pintu di hadapan.
Perempuan itu menoleh takut ke belakang. Ini kamar yang sama. Bahkan warna selimut di ranjang itu masih serupa dengan yang terkahir kali di ingatan. Ini ruangan di mana Sera menyetujui transaksi seratus juta.
"Buka! Pak, buka! Saya mau pulang!"
Di luar kamar, Dimitri memejam. "Sera. Diam di sana. Malam ini, berusahalah untuk tidur saja."