SUAMIKU SAINGANKU
Sejenak, kami berdua terdiam, terjebak dalam kesunyian yang memisahkan kami lebih jauh.
Akhirnya, aku memutuskan untuk mendekat. "Arga," kataku pelan, mencoba membuka percakapan meski hati ini merasa canggung. "Kenapa diam aja? Ada yang nggak enak?" tanyaku, meskipun aku tahu jawabannya mungkin tidak akan mudah didapat.
Arga menghela napas, masih duduk dengan tubuh tegak dan ekspresi kosong. "Nggak ada," jawabnya singkat, namun aku bisa merasakan ada sesuatu yang lebih dalam di balik kata-katanya.
Hot Chapters