Desahan di Kamar Adikku
"Ini ada tablet tambah darah. Tolong dihabiskan ya, Mbak."
Bidan Siska menyerahkan buku pink beserta satu strip tablet tambah darah. Tak ingin berlama-lama disana, aku segera keluar. Rupanya, Ayu dan mas Amar masih di depan. Sepertinya Ayu benar-benar merajuk. Aku memutuskan untuk diam di belakang mereka yang sedang membicarakan sesuatu.
"Kalau dia beneran hamil, berarti kamu gak jadi cerai dong, Mas, sama dia."