Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tersesat

Tersesat

Dugaanya benar bahwa orang-orang yang berbuat jahat kepada keluarganya tidak main-main. Tukang ojek mengantar Najwa ke tempat tujuan.Ternyata Bambang memiliki sebuah pesantren yang besar. Lagi-lagi Najwa memgumpat dalam hati. "Dunia ini memang sudah dikuasai Dajjal, orang yang memilki pesantren sebesar ini bisa mengorbankan bapak?!" ucap Najwa lirih, seolah sedang berbicara pada diri sendiri. "Hanya demi tipu daya dan kemegahan dunia tega mengorbankan persahabatan? Betapa naifnya bapak atas nama persahabatan dan hutang budi mau hancur untuk orang seperti Bambang?!"
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai novel tentang pesantren
Baca
+Pustaka
SANG PENDEKAR LEMBAH NAGA

SANG PENDEKAR LEMBAH NAGA

' kata pemuda itu dalam hati. Pemuda itu menarik napas dalam-dalam, lalu berkata lagi, "Jika kitab itu benar-benar memiliki keistimewaan yang luar biasa, kenapa orang yang membawanya tidak menyimpan kitab itu saja untuk dipelajari sendiri?" "Kemungkinan dia memiliki rencana lain yang tidak kita ketahui," jawab pria senja itu. Di pasar, di ladang, dan di tempat-tempat umum pusat keramaian. Bahkan hampir di seluruh penjuru kerajaan Gurusetra, banyak yang membicarakan masalah keris pusaka tersebut.
1032.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 871 kali sebagai novel tentang pesantren
Baca
+Pustaka
Istri Nakal Anak Ustadz

Istri Nakal Anak Ustadz

Dia lalu berjalan ke samping untuk membukakan pintu mobil. Qiana tertegun sejenak, menatap rumah kedua orang tua Ates yang tampak biasa saja, namun terlihat sangat sejuk dan tenang. Qiana sangat menyukai rumah itu. Selain dekat pesantren tempat Ates mengajar, dekat juga dengan masjid yang masih berada satu kompleks dengan pesantren itu. Qiana tidak bisa melihat santriwan dan santriwati di sana karena antara pesantren dan rumah itu terhalang oleh pagar yang tinggi. Tujuannya agar para santriwan dan santriwati tidak bisa keluar tanpa izin dari ustad atau ustazahnya.
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai novel tentang pesantren
Baca
+Pustaka
Kembalinya Sang Pewaris yang Terbuang

Kembalinya Sang Pewaris yang Terbuang

Ia melangkah ke dalam ruang kuliah, bergabung dengan deretan mahasiswa sesungguhnya di sana. Sekilas, hatinya terasa melankolis. Sebelum bermimpi jadi ratu di istana Rheiner, ia hanya bermimpi sederhana, menjadi mahasiswa seni, lantas menjadi komposer terhebat di dunia. Rheiner membuatnya membunuh impiannya, lantas mencoba membunuhnya. Ironis sekali. “Hei, cantik. Kau yang dari Leiden itu, ya?” Seorang pemuda ceking berambut kecokelatan tiba-tiba duduk di sebelahnya. Senyumnya ramah, dan sedikit genit.
732 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai novel tentang pesantren
Baca
+Pustaka
MAFIA SANTA CRUZ: SANG RAJA TANPA MAHKOTA

MAFIA SANTA CRUZ: SANG RAJA TANPA MAHKOTA

# •Novel Seri 1 ~ ~ ~ Bab 1: Sumpah Darah di Santa Cruz Santa Cruz, Kota Tanpa Hukum Santa Cruz, Kota Tanpa Hukum Langit di atas Santa Cruz tampak kelam, diselimuti kabut tipis yang menyatu dengan asap dari kebakaran akibat perang. Lampu jalan berpendar temaram, menciptakan bayangan panjang di trotoar yang dipenuhi noda darah yang mengering.
10924 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai novel tentang pesantren
Baca
+Pustaka
Sang Pewaris yang Terbuang

Sang Pewaris yang Terbuang

Bab 012 : Tempat asing "Kai, apa kau yakin ini adalah tempat yang aman?" Tanya Terry. Ia mengedarkan matanya melihat sekeliling. Halaman bangunan itu nampak berantakan, dengan sampah dan dedaunan yang bersebaran. Sulur yang tumbuh subur di dinding, menjuntai di tiap sisi tembok. Cat tembok yang kusam dan mengelupas, serta rumput liar yang tumbuh tinggi, sekitar selutut.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai novel tentang pesantren
Baca
+Pustaka
menjadi yang kedua

menjadi yang kedua

nur yang masih berdiri, berinisiatif untuk meletakkan nya di lantai, karena tak kunjung ada jawaban dari Gus Adnan. "Terima kasih semua saya kembali kan, termasuk buku tentang__" nur berhenti sejenak, mengatur nafas. Sejujurnya, berat juga melepas buku buku itu. Kalimat demi kalimat yang di tulis beberapa penulis muslim terkenal, sudah lama menemani hari hari nya saat menimba ilmu di pesantren. "Buku yang kemarin, tentang Yusuf dan Zulaikha, juga sudah saya masukkan."
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai novel tentang pesantren
Baca
+Pustaka
Benih Rahasia Sang Pewaris

Benih Rahasia Sang Pewaris

ucapku sambil menggandeng tangannya untuk masuk ke dalam mobil. Perjalanan kami menuju restoran seafood penuh dengan keceriaan dan percakapan hangat. Kami tertawa, bercanda, dan berbagi cerita tentang apa yang telah kami lakukan selama ini. Kenzie menceritakan tentang sekolah dan teman-temannya, sedangkan aku menceritakan tentang pekerjaanku dan perkembangan bisnis Wardhana Grup.
1018.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 613 kali sebagai novel tentang pesantren
Baca
+Pustaka
Kembalinya Sang Pewaris

Kembalinya Sang Pewaris

Dia memutar kepalanya, memandang Dante dengan sorot sendu. "Sama seperti yang kau lakukan saat ini. Kakekku sengaja membangun pondok ini untuk berlindung dari serangan musuh-musuhnya." Dante menghampiri Lizzy. Jarak di antara mereka tinggal beberapa senti. "Kakekku adalah seorang mafia terkenal yang memiliki banyak musuh. Dia membutuhkan tempat ini agar terhindar dari mara bahaya yang mengintainya."
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai novel tentang pesantren
Baca
+Pustaka
Istri Wasiat Sang Pewaris

Istri Wasiat Sang Pewaris

Pria itu ingin tahu jawaban dari pertanyaan konyol istrinya ini. Karina melirik sejenak ke arah pantai. "Katanya kalau pake baju hijau, bisa di culik sama Nyi Roro rombeng. Alasan penguasa pantai ini, " Jelas Karina dengan ekspresi lucunya. Sedangkan Alfan menatap Karina heran, tidak menyangka perempuan ini percaya hal diluar nalar seperti ini. "Nyi Roro rombeng? Bukannya Nyi Roro Kidul ya? "Terus kenapa kamu tidak pakai baju hijau aja kesini, biar di ambil noh sama Nyi Roro Kidul. Ucap Alfan tanpa dosa.
10577 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai novel tentang pesantren
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status