Kembalinya Sang Pewaris yang Terbuang
Ia melangkah ke dalam ruang kuliah, bergabung dengan deretan mahasiswa sesungguhnya di sana.
Sekilas, hatinya terasa melankolis. Sebelum bermimpi jadi ratu di istana Rheiner, ia hanya bermimpi sederhana, menjadi mahasiswa seni, lantas menjadi komposer terhebat di dunia. Rheiner membuatnya membunuh impiannya, lantas mencoba membunuhnya. Ironis sekali.
“Hei, cantik. Kau yang dari Leiden itu, ya?”
Seorang pemuda ceking berambut kecokelatan tiba-tiba duduk di sebelahnya. Senyumnya ramah, dan sedikit genit.