Belahan Jiwa untuk Naya
Aku kembali memeriksa tasnya dan menemukan dompet lalu mengeluarkan kartu identitasnya.
Nama wanita itu, Naya. Nama yang cantik seperti orangnya. Aku berpikir sejenak mencari alternatif lain. Aku mendapatkan ide dan segera mengangkat Naya masuk ke dalam mobil. Setelah sampai di depan pintu utama hotel, aku menggendong Naya ala bridal style. Dia sungguh berat, seperti mengangkat karung beras 50kg, padahal tubuhnya kecil. Makan apa saja Naya sampai seberat itu?
Tak berlama-lama, aku mengambil langkah cepat untuk memesan kamar terbaik untuknya. Setelah mendapat kamar, aku menuju lift dengan sedikit sempoyongan, tubuhku hampir saja tidak kuat mengangkatnya.
Bab Populer