Nyanyian Seruling Mengalun di Siang Hari
Setelah menjalani hukuman selama lima tahun di penjara kekaisaran, Sekar Adiasta akhirnya dibebaskan. Saat pintu penjara terbuka, orang pertama yang dilihatnya adalah Noah Lukasa. Dia menunggang seekor kuda hitam pekat, mengenakan jubah seorang pangeran berwarna hitam pekat yang bermotif naga, dengan sosok tegap menjulang seperti pohon pinus. Namun, hati Sekar sudah tidak lagi terusik. Dia mengalihkan pandangan, seolah pria itu tidak ada di sana, lalu menyeret tubuhnya yang penuh luka dan berusaha melewati kuda tersebut.
Baru beberapa langkah berjalan, sekelompok pengawal bersenjatakan tombak panjang tiba-tiba muncul dari kedua sisi dan menghalangi jalannya. “Terpidana Sekar, dengarkan titah