Suami Warisan
“Nyai, ini salah satu pembantu kita, namanya Asih. Dia bertugas di rumah-rumah kaca, mengurus tanaman.”
Asih mengangguk.
Mata Rengganis beralih dari Asih pada sosok-sosok yang lainnya. Kebanyakan perempuan yang berpakaian kebaya dan kain. Rambut mereka dikepang atau disanggul sederhana. Tapi yang menarik perhatian, dari tubuh mereka berpendar-pendar cahaya.
Ini yang namanya glowing, shimmering, splendid! Pikir Rengganis. Mahluk apa mereka?