Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KARMA PERSELINGKUHAN AYAH

KARMA PERSELINGKUHAN AYAH

“Mana bisa kamu beli obat kadaluwarsa dari apotek terkenal itu?” “Itu hanya plastiknya saja. Obatnya aku beli di warung. Tadi mampir ke apotek beli obat untuk sugar Daddy-ku. Plastiknya kuambil kubawa pulang, deh!” jelas Nindi. “Obat apa yang kamu kasih?” “Obat maag, obat sakit kepala, dan penurun panas semua sudah kadaluwarsa tadi mamah kasih sekaligus tiga keracunan deh, itu opa.”
1068.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai obat disentri di apotik
Baca
+Pustaka
Bertanggung Jawablah, Bos Arogan!

Bertanggung Jawablah, Bos Arogan!

"Saya akan berikan obat untuk ketidaknyamanannya akan tetapi sebaiknya isi perutnya keluar barulah dia akan recovery dengan cepat." Samantha mengangguk. "Obat yang saya berikan bukan antibiotik, kondisi Tristan tidak membutuhkan antibiotik, jadi obat yang saya berikan akan membantu tubuh untuk melawan kuman yang masuk. Lalu ada obat panas dan probiotik untuk menetralisir pencernaannya. Semua ini tidak harus habis hanya diminum jika diperlukan saja." Dokter Dominic selesai menerangkan resep yang nampak dilayar tab-nya.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai obat disentri di apotik
Baca
+Pustaka
KETIKA SUAMIKU MEMBAWA PULANG ISTRI BARU

KETIKA SUAMIKU MEMBAWA PULANG ISTRI BARU

"Lho, memangnya di situ jauh dari apotek atau rumah sakit?" "Rumah sakit sama apotek enggak sedia obat sesak ini, Sayang." "Masa, sih?" tanyaku bingung. "Iya. Obatnya hanya ada di rumah yaitu kamu." Aku diam. Dulu, aku selalu tersipu malu jika digombali seperti itu. Hati pun selalu bergetar dan berbunga-bunga, tapi beberapa bulan ini semua terasa hambar.
10215.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.5K kali sebagai obat disentri di apotik
Baca
+Pustaka
Aku menyerah Mas

Aku menyerah Mas

"Obat dari mana Mas? " "Yaudah kamu tunggu dirumah biar aku belikan obat di apotik" Tak lama ia pun pulang membawa sebuah kantong kresek, dengan obat campuran di dalamnya. "Ini obat diare sama demam, kamu minum sehabis makan" Aku segera meminum obat yang diberikan. "Mas,.. " "Iya, ada apa? " "Apa kamu gak bisa libur sehari? Aku sakit, Azka tidak ada yang jaga? "
1014.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 403 kali sebagai obat disentri di apotik
Baca
+Pustaka
Aku Madu

Aku Madu

ucap David. “Maaf Pak saya ikut saja, soalnya nanti saya takut kalau saya tidak tahu aturan makannya,” ucap Sinta. “Iya kamu benar, ayo,” ucap David yang kemudian berjalan bersama dengan Sinta menuju ke apotek. Sinta mendengarkan penjelasan dari apoteker yang memberikan obat untuknya. Sinta mengangguk-anggukkan kepalanya sambil memandang botol obat yang diberikan oleh apoteker tersebut.
1027.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 798 kali sebagai obat disentri di apotik
Baca
+Pustaka
Kasur Lapuk Untuk Ibu

Kasur Lapuk Untuk Ibu

Kerja di apotek ini saja karena ada salah satu kakak temanku yang katanya resign setelah menikah, jadilah aku minta bantuannya untuk bisa bekerja paruh waktu di apotek ini. "Oh iya tunggu sebentar ya, Pak." Aku berlalu pergi dan menanyakan kepada Mbak Diah tentang obat yang dimaksud oleh pembeli tadi. "Ini Din, obatnya." Seru Mbak Diah memberikan padaku satu pak obat yang tadi diminta pembeli. Saat kubaca ternyata obat itu adalah semacam obat ku** yang biasa diminum para pria agar tahan lama saat bergubungan in**.
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 251 kali sebagai obat disentri di apotik
Baca
+Pustaka
Pembalasan Menantu Terkuat

Pembalasan Menantu Terkuat

gumam dokter Fadil saat memeriksa suhu tubuh Bara. “Iya dok, tadi kehujanan,” ujar Frans. Dokter Fadil hanya mengangguk pelan. “Ini saya resepkan obat ya, ada obat sakit kepala, pilek dan vitamin. Nanti tolong di tebus aja di apotek,” ujar dokter Fadil. “Baik, dok,” jawab Frans.
1016.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 508 kali sebagai obat disentri di apotik
Baca
+Pustaka
Jenderal Naga

Jenderal Naga

“Di dalam kantong ini terdapat obat baru yang paling direkomendasikan oleh Centennial, Satu bernama Centennial Agile. Obat yang bisa mengobati demam dan masuk angin. Lagipula harga obat ini juga nggak mahal, cukup 2000 rupiah sudah bisa membeli satu tablet.” “Satu lagi bernama Bubuk Bintang, obat yang sangat direkomendasikan untuk mengobati sakit kepala, review baik terus menerus berdatangan untuk Centennial. Bahkan sekarang rumah sakit-rumah sakit berebutan untuk bekerja sama dengan Centennial.”
9.11.9M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65.2K kali sebagai obat disentri di apotik
Tampilkan Ulasan (251)
Baca
+Pustaka
Aura Tion
ceritanya bagus tapi sayang bro,, durasi waktu emang terlalu cepat. Ini namanya ngejebak pembaca ngabisin Kouta dan uang hanya untuk baca secara online. dipikir- pikir lebih baik beli novel. tolonglah yg bertanggung jawab atas ini semua penulis atau penanggung jawab aplikasi, jgn mau untung sendiri.
Jack
baru sampe bab 44,kok saya merasa isi cerita selanjutnya nya akan bikin kecewa.sudah bosan sama cerita orang berkuasa yang pura2 lemah,g jauh isi nya dari penghinaan dan selesai nya permasalahan seolah selesai bukan karena kekuasaan nya (pemeran) sendiri tapi karena orang lain.begitu terus berulang2
Baca Semua Ulasan
Terjebak Pesona Bos

Terjebak Pesona Bos

Gue langsung ke kliniknya rena ***​ Klinik masih sepi, tapi ada kemajuan ada pasien di sini. Gue gak bisa temuin budi, cuman rena yang ada disini. “harr” lambaian tangan rena pas melihat gue. “sorry lama, gak ada yang bantuin, di tambah ada pasien dua orang” ucap rena. “sekarang butuh obat apa?” “obat batuk yang ada Dextrometorfan Hbr dan Diphenhydramine HCl, ada apa aja disni?” rena langsung ke dalam membawakan beberapa obat.
1021.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 663 kali sebagai obat disentri di apotik
Baca
+Pustaka
Ifat

Ifat

“Pandai kau bertipu daya! Pandai kau menyihir! Kau pasti mengambil kepunyaanku, memasukkannya ke dalam bungkusan itu dan membawanya pulang bersamamu!!” Tunggu, tunggu sebentar! Aku memang pelupa, tapi untuk hal yang satu ini aku yakin betul, bahwa isi bungkusan itu hanyalah obat. Aku yang membelinya di apotek, aku sendiri yang membukanya di depan Pak Latif untuk mengeluarkan semua obat di dalamnya, dan memberi penjelasan kepada Pak Latif, bahwa; ‘yang hijau ini antibiotik, yang putih ini pereda demam, yang kuning ini anti nyeri’.
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai obat disentri di apotik
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
carsun18106
dibandingkan mas joko dan abang ojek&polwan, ifat ini lebih lebih lebih segalanya, tidak salah kalau penulisnya bilang cerita ini menguras emosi, bukan cuma itu, bikin baper, kesal, sedih, haru, deg-degan, hadir silih berganti, greget juga sama ifat yg menyimpan begitu banyak perempuan di hatinya
Ayusqie
Selamat datang kaka2 pembaca. SUSAHNYA JADI MAS JOKO, novel romansa dgn bumbu olah raga.. ABANG OJEK Vs IBU POLWAN, nvl romansa dgn nuansa ojek n polisi.. sekarang sy hadirkan IFAT, novel romansa dgn nuansa aksi beladiri. Semoga kaka2 suka..
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status