Shadow of The Past
Hanya embusan angin yang menjawab ucapannya.
Airi membuka ponsel, melihat waktu yang telah menunjukkan pukul tujuh. Dia memasukkan ponselnya pada saku celana training.
"Kompres dengan es batu yang dibungkus kain atau apa. Jangan menempelkannya langsung pada bekas luka. Dua hari setelahnya, kompres dengan air hangat. Memar memang akan hilang dengan sendiri, tapi kompresan bisa membantu menghilangkannya dengan lebih cepat." Airi berdiri. Dia menepuk kemeja yang membalut pinggang. "Kedai Paman Watabe di kantin masih buka. Kau bisa membeli es batu di sana. Dia sedikit pelit, tapi takkan tega membiarkan anak-anak babak belur."