Aku Berpindah Agama Karena Aib
"Tapi, Om lebih tertarik pada filosofi tentang bidak atau pion, bidak itu memang materi terkecil dalam permainan catur, tapi bidak punya loyalitas yang luar biasa, bidak itu selalu maju dan tidak pernah berjalan mundur, sekali bidak melangkah tidak ada istilah kembali, bidak itu rela berkorban, bidak itu selalu penuh perhitungan kapan harus melangkah, kapan harus berhenti sejenak. Apapun rintangannya tetap melangkah maju"
Aku terkejut dengan perkataan Pak Hartono itu. Perkataannya seperti tamparan untukku. Aku yang semula ragu dan takut untuk bicara jujur mengenai Arleta, kini aku menjadi sangat yakin. Aku tidak akan mundur dan aku akan terus melangkah maju untuk memperjuangkan Arleta dan ca
Hot Chapters