Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rindukan Dirimu

Rindukan Dirimu

Ucap Rio "Kakak setuju dengan kamu Rio" Puji kak Sasa "Yaudah kita mulai sekarang latihannya ya" Lanjut kak Sasa. (Rindukan Dirimu) Berjanjilah wahai sahabatku Bila kau tinggalkan aku Tetaplah tersenyum Meski hati sedih dan menangis Kuingin kau tetap tabah menghadapinya Bila kau harus pergi
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai ocean and engines lirik
Baca
+Pustaka
Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Adikku mengidap autisme. Para dokter menyebutnya "kelebihan rangsangan sensorik yang parah". Aturannya sederhana. Tidak boleh ada suara yang tiba tiba. Sama sekali tidak boleh. Jadi, sepanjang hidupku harus dijalani dalam keheningan. Aku tidak pernah memakai sepatu hak tinggi. Aku tidak pernah meninggikan suara. Aku bahkan tidak diizinkan tertawa. Semua itu demi mencegah adikku mengalami krisis emosi. Ayahku, Victor, kepala Keluarga Chaniago, sering menggenggam bahuku. Wajahnya dipenuhi rasa bersalah saat berkata, "Sera, kamu anak baik Ayah. Melindungi adikmu adalah tanggung jawab kita. Kamu sehat dan kuat. Kamu pasti bisa sedikit berkorban demi dia, bukan?" Hari itu, aku berada di teras lan
2.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai ocean and engines lirik
Baca
+Pustaka
Pelabuhan terakhirku

Pelabuhan terakhirku

tegas Binar yang membuat Aras merinding. “Tega benar jadi cewek,” omel Aras. Binar pun menyalahkan mesin penggerak, menyusul teman-teman yang lain yang sudah mendahului mereka. Aras tampak berusaha tenang meski sebenarnya ia masih ragu, namun kali ini ada sesuatu yang menguatkannya. Melihat wajah Binar yang tampak seperti biasanya, dingin, membuat ia percaya ada kekuatan besar dari balik diamnya itu. Binar membawanya ke lautan yang cukup jauh dari daratan. Di sini angin lebih terasa. Panas matahari hampir tidak terasa. Binar mengatur tuas kemudi, membiarkannya melaju dengan pelan, lantas ia mengeluarkan kamera yang sedari tadi dikalunginya. Aras menatapnya tanpa mengoceh. Hingga akhirnya se
1010.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 306 kali sebagai ocean and engines lirik
Baca
+Pustaka
Gadis Di Ujung Cangkir

Gadis Di Ujung Cangkir

Seekor burung memasukan dirinya ke air, menangkap ikan-ikan kecil lalu membawanya ke sarang, tak jauh dari pemandang itu lautan menawarkan ke mesraan lain. Layar putih yang ditiup angin samudera menghantarkan perahu itu ke semenanjung rindu. Seorang gadis duduk di ujung perahu, seraya menyulam senyum yang merekah pelan-pelan, terlihat seorang pria yang asik mengagumi senyum itu dari tempat kemudi. Tak mau kalah, ikan-ikan berjingkrakan mengambil buih-buih senyum yang di sulamnya. Perahu itu dikelilingi lompatan-lompatan cahaya yang berkejaran, mengitari perahu. Seakan-akan mengiringi pelayaran perahu itu. Layar pun mengembang ditiup samudera. Keindahan yang tak kunjung usai dihempaskan begit
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai ocean and engines lirik
Baca
+Pustaka
Pengantin Samudera

Pengantin Samudera

Ia terlalu penurut pada perkataan ibunya. Sesaat kemudian setelah matahari benar-benar tenggelam. Pikiran Sena menjadi kosong, ia begitu terhipnotis dengan lautan. Langkah kakinya semakin menuju ke tengah, seolah ada medan magnet besar yang menarik dirinya. Byur... Ombak meraih tubuh Sena, membuat pria itu tenggelam tanpa perlawanan. Ia bisa berenang, tapi kemampuan itu tak ia gunakan. Ia seperti pasrah pada tarikan ombak terhadap dirinya.
109.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 327 kali sebagai ocean and engines lirik
Baca
+Pustaka
Istri, Genggam Aku!

Istri, Genggam Aku!

Dewi menghela nafas dan berjalan ke dekat sebuah restoran, "Nyayla, ini traktiran ku hari ini, kau mau makan apa?" “Kepiting, cumi, dan kerang.” Nayla menatap Dewi dengan antusias, "Bisakah aku?" Dewi tersenyum lebar namun mengerikan, "Setelah kau membenturkan kepala tembok dan membentur tiga kali." “Apakah tembok itu memiliki jin yang dapat mengabulkan 3 permintaan?” Dewi menjawab sambil tersenyum, "Tidak ada hal seperti itu, itu hanya akan menjadi imajinasi mu."
9.82.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai ocean and engines lirik
Baca
+Pustaka
Hasrat di Depan Kemudi

Hasrat di Depan Kemudi

Setiap setir berputar, bagianku terasa makin terhisap, sensasi terjerat makin kuat. Awalnya Liana berhasil menahan sensasi gatal di tubuhnya dan fokus mengemudi. Namun, tubuhnya perlahan-lahan makin panas dan lembut. Liana hampir tidak punya tenaga untuk menekan pedal rem. Seluruh tubuhnya terkulai lemah di atas tubuhku. Dia terus mengeluarkan dengusan tersendat dari tenggorokannya. Tubuh Liana terkadang bergetar.
282.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.3K kali sebagai ocean and engines lirik
Baca
+Pustaka
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

"Ingat, jangan biarkan Susan dan Julian masuk, mengganggu pernikahanku dengan Wenny." Ginos teringat apa yang pernah dikatakannya sebelumnya, dia merasa menyesal. Dia berusaha sekuat tenaga untuk masuk, tetapi gagal. Kemudian, dia mabuk dan jatuh ke air dalam perjalanan pulang. Saat hampir tenggelam, dia diselamatkan.
17.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 637 kali sebagai ocean and engines lirik
Baca
+Pustaka
Jejak Pewaris Harmoni di Bawah Langit dan Gelombang

Jejak Pewaris Harmoni di Bawah Langit dan Gelombang

​Ciiitt—! ​Nada pertama yang keluar begitu tinggi dan tajam, membelah kesunyian malam seperti keris yang ditarik keluar dari warangkanya. Seberkas cahaya putih berpendar membentuk riak-riak yang merambat di atas permukaan laut. Tekanan udara disekitar mereka tiba-tiba memberat, membuat telinga Luka berdenging hebat. ​"Ukh!" Luka mengerang, mempererat pegangannya pada kemudi kayu. Ia melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana nada dari seruling Kai menghantam kabut di depan mereka.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai ocean and engines lirik
Baca
+Pustaka
Istri Yang Tersakiti

Istri Yang Tersakiti

Tepat kaki Moza sampai di teras, Bayu muncul dengan mengendarai sepeda motor. "Hai! Sudah siap berangkat, Moz?" seru Bayu dari atas sepeda motor sembari mematikan mesin motor. Moza tersenyum. "Sudah. Aku sudah sangat semangat untuk berangkat." Moza mendekati Bayu. "Ini motor siapa, mas?" "Motorku. Memangnya kenapa?" "Tidak apa-apa, sih. Cuma... baru lihat saja."
1076.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai ocean and engines lirik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status