Kebangkitan Sang Patriark
“Belasan tahun lalu, kalau ayahmu cuma orang biasa dan nggak terkenal, apa ibumu yang begitu angkuh akan sudi menerimanya? Orang yang sudah hebat belasan tahun lalu, sekarang pasti sudah menduduki posisi penting di Keluarga Riyanto. Atau kalau nggak, berarti dia sudah menjadi orang yang nggak berguna.”
“Jadi, cuma orang-orang ini saja.” Rani melingkari nama-nama dalam daftar itu, lalu berdiskusi dengan Adrian tentang cara mendapatkan sampel biologis.
“Oh ya Adrian, kamu bilang, kamu bisa melakukan tes DNA. Bagaimana kamu bisa melakukannya? Jangan bohong padaku, ya. Lagian, kalau kamu beli alatnya, apa ibuku akan mengizinkannya?”
Bab Populer