PURA PURA JADIAN
“Ngerti, Nail. Aku janji nggak bakal bikin kamu marah lagi.”
Aku tersenyum tipis, lalu duduk di kursi di depannya. “Bagus. Sekarang, ayo makan bakso bareng. Dan jangan pernah lupa, aku pacar kamu, bukan dia.”
Reyhan tersenyum lega, sementara Hana dari kejauhan bertepuk tangan kecil. “Wah, Nail. Kamu keren banget! Aku belajar banyak hari ini.”