Wanita Penjaja Cinta
Jelas itu bukan satu prestasi yang membanggakan, tapi aib yang tidak hanya mencoreng nama baik Abah dan Umi, sekaligus menjatuhkan harkat dan martabak Abah dan Umi sebagai tokoh agama di lingkungan kami.
Dulu, saat pacaran dengan Rey. Aku tak peduli apapun keyakinan cowok itu, tak memikirkan resiko pacaran beda agama. Toh kami hanya pacaran, hanya mau bersenang-senang, sama sekali tak ada niat melanjutkan ke pelaminan, tapi siapa sangka aku hamil olehnya? Sekarang yang jadi beban pikiranku, kalau aku tidak mungkin menikah dengan Rey, karena perbedaan agama. Lalu siapa yang akan menikahiku? Mana ada laki-laki yang mau menikahi wanita hamil benih orang lain?
"Terus kita harus bagaimana, Bah? B
Sikat na Kabanata