Terjebak Di Pegunungan Salju Bersama Om Asing
Aku menggigit bibir bawahku dengan malu-malu, menggoyangkan pantatku yang montok dan sengaja menggesekkannya pada bagian panas di selangkangan om.
“Om, rasanya masih kurang kalau hanya menghangatkan tangan, aku mau yang lain….”
Om terkekeh karena tingkatku. Kerutan di sudut matanya sampai bertumpuk, sementara cahaya api yang berkedip-kedip memantulkan sinar hangat di wajahnya yang kusam.
Bayangannya yang terpantul di dinding yang retak tampak memanjang.
Om meremas pahaku dengan kasar, “Dasar genit, baru juga coba sekali sudah sehaus ini? Biar om memuaskanmu sekarang juga….”