If I Could Not Have You No One Could
Nur hanya melongo dan memberikan isyarat dengan telunjuk tangan kanannya seolah-olah berkata, “Sebentar, tunggu dulu.”
“Untung sedang tidak ada tamu, kalau ada tamu, bagaimana coba?” batin Nur. “Tapi, pintu ruangan ku memang terbuka sih.”
Nur memang jarang menutup pintunya. Dia lebih menyukai udara yang berhembus dan segar dari luar ruangan, meskipun panas, daripada udara yang berhembus dari pendingin ruangan. Oleh sebab itu, dia selalu membiarkan pintu dan dua jendela itu terbuka lebar. Selain itu, Nur juga merokok, jadi dia lebih suka asap rokok itu langsung keluar lewat pintu atau jendela yang terbuka.
Hot Chapters