Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Magic You

Magic You

Jerit seseorang dari depan yang membuat mataku langsung ku arahkan ke muka. "Coba kau jelaskan apa yang kuajarkan tadi." Sambung Jessen. Dia manggil aku atau gimana sih? Aku memang ke belakang. Orang yang ada di belakangku malah melihat ke arahku. Eh? Aku? Aku kembali menghadap depan dan menatap Jessen. Aku menujuk diriku dengan ibu jari. "Saya?" Dia berjalan ke arahku dan berdiri tepat di sebelah bangkuku. "Berdiri."
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 166 kali sebagai orang menghadap belakang
Baca
+Pustaka
Gadis Desa Milik Sang Miliarder

Gadis Desa Milik Sang Miliarder

Dengan kepala sedikit mengintip dari belakang tembok rumah tetangga, memastikan bahwa pria yang kurang kerjaan itu masih ada apa tidak. Saking fokusnya Kimmy mengintip. Ternyata tanpa dia sadari jika ada seseorang berada belakangnya, dan melakukan apa yang Kimmy sedang lakukan. Yaitu mengintip ke arah depan dengan kerutan di keningnya. ''Apa mereka sudah pergi yaaa?" tanya Kimmy pada dirinya sendiri. ''Sepertinya sudah." Jawab orang yang berada di belakang Kimmy.
9.984.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai orang menghadap belakang
Baca
+Pustaka
Hubungan Gelap

Hubungan Gelap

Setelah masuk ke dalam mobil, Callista pun berbalik dan menghadapnya dengan belakang kepalanya. Setiap helai rambut di belakang kepalanya menunjukkan kemarahannya.
1021.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 777 kali sebagai orang menghadap belakang
Baca
+Pustaka
Baby Sitter Sang CEO

Baby Sitter Sang CEO

"Kamu duduk di belakang?" Saga anggukan kepala. "Kalau kamu duduk di kursi kemudi saya duduk di belakang. Tapi kalau saya duduk di kursi kemudi, kamu yang duduk di belakang. Saya nggak suka ada orang yang duduk di kursi penumpang depan."
1016.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 366 kali sebagai orang menghadap belakang
Baca
+Pustaka
Pernikahan Dadakan dengan CEO

Pernikahan Dadakan dengan CEO

“Mereka mena berani kalau tatap muka langsung. Tapi mereka pasti sudah mengomel di belakang Nenek.” “Kalau di belakang aku nggak peduli, yang penting selama mereka nggak langsung di depan mukaku saja. Anggap saja aku nggak tahu. Orang sebaik apa pun pasti ada saja yang ngomongin di belakang.”
9.55.5M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109.1K kali sebagai orang menghadap belakang
Tampilkan Ulasan (863)
Baca
+Pustaka
Mawar Merah
cerita ini alur ceritanya bagus,aq jg suka,tokoh dalam bacaan Olivea dan Stefen bkn penasaran,tapi sayang tdk biaa langsung baca,hrs beli koin,padahal gk tau caranya bagai manacaranya bisa baca tanpa hrs beli koin,smg apa yg kuhatapkan dikabulkan,jadi bisa baca ceritanya gak terputus bs sampai akhir
Sumarni Wati
ceritanya menarik sekali cuma harus beli koin terus mahal.. saya sudah habis lebih dari 1 juta belum selesai juga novelnya.. alangkah lebih baik jika konsumen dikasih reward yang lebih besar karena sudah setia mengikuti good novel. biar tambah banyak pelanggan setia nya... semangat penulis..good job
Baca Semua Ulasan
Dirty Office

Dirty Office

"Aku ingin lihat." ​"Tetap di belakangku," tegas Keenan. ***
1034.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai orang menghadap belakang
Baca
+Pustaka
Luka Hati Seorang Istri Yang Dikhianati

Luka Hati Seorang Istri Yang Dikhianati

Warung Jahit Dan ia tidak akan pernah menjawabnya, karena untuk menjawabnya berarti menoleh ke belakang. Dan menoleh ke belakang berarti menyerah. Maka, dengan punggung yang terasa terbakar oleh tatapan Tora, Lestari membalikkan badan sepenuhnya, menghadap jalan aspal yang gelap dan tak berujung.
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai orang menghadap belakang
Baca
+Pustaka
Sembilan Tahun Lagi

Sembilan Tahun Lagi

Kubanting punggung ke belakang sambil melipat wajah. ***
1018.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 708 kali sebagai orang menghadap belakang
Baca
+Pustaka
Antara Dendam, Hijrah, dan Cinta

Antara Dendam, Hijrah, dan Cinta

Dia tetap menatap lurus ke depan. "Bukan gendong gini!" Dia mulai berhenti melangkah. "Terus?" Keningnya berkerut menatapku. "Gendong di belakang!" Dia kembali melangkah. "Jangan." "Kenapa? Dari pada gini malu diliatin orang." "Kalau di belakang nanti kelihatan itunya sama orang lain." Aku mengernyit. "Apa?" "Itu, badan bagian belakangmu."
101.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai orang menghadap belakang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status