DEVIL QUEEN: Journey as Villainess's Subordinate
“Oh, tidak, kamu dirundung. Tapi, bukannya mutusin rantai beracun itu, kamu malah nargetin sosok paling baik dan paling lemah di antara mereka supaya bisa kamu kuasain balik—lucu juga nyebut itu kekuasaan, kalau kekuasaan dari abu mungkin lebih masuk.
“Oh, tidak, kamu dilecehin. Bukannya nyalahin cara kamu berpenampilan, kan lebih afdol nyalahin laki-laki yang terlalu jelalatan dan gak bisa jaga nafsunya.”
“Gimana cara aku berpenampilan, enggak ada hubungannya dengan itu.” Aku masih tahan dengan isu konyol yang dibuat-buatnya sebelumnya, tapi yang satu ini?
“Oh, tentu.” Makhluk itu angguk-angguk. “Kamu selalu mikir kamu adalah orang paling pintar, paling enggak berdosa, dan paling spesial di
Bab Populer