Istri Kilat Presdir Tampan
Arron meletakkan cangkir miliknya ke meja lebih dulu, sebelum kembali berkata, “Kita tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi. Jika memang ada kejadian seperti ini, yang bisa kita lakukan hanyalah tetap tenang.”
Arthur diam mendengar ucapan Arron.
Jauh di dalam lubuk hatinya, Arthur bersalah pada Arron.
Pabrik itu dibangun susah payah oleh Arron, dibantu kakek Kian. Lalu sekarang, pabrik yang menjadi mata pencaharian banyak orang, kini hangus tak bersisa.
“Kek, maaf tak bisa menjaga jerih payah Kakek dengan baik.” Arthur menatap sang kakek yang ada di sampingnya.
인기 회차