Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KASIH SAYANG PARA WANITA SOSIALITA

KASIH SAYANG PARA WANITA SOSIALITA

“Pasir ada, Dik Alex. Alhamdulillah, pasir di sungai sangat banyak.” Alex manggut-manggut. “Lalu yang perlu dibeli adalah kawat atau besi cor, semen, genteng atau seng, dan lain-lain pokoknya.” “Benar, Dik Alex.” “Baik, Pak. Untuk soal anggaran ini kami akan rembukan dulu, dan insya Allah besok akan kami sampaikan kepada Pak Kadus.”
106.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai pagar kawat berduri
Baca
+Pustaka
Sang PENEMBUS Batas

Sang PENEMBUS Batas

ucap Ki Suwita. “Maaf Ki Suwita, bisakah pagar itu dilenyapkan dari suamiku..?” tanya Marini. “Bisa dan harganya cukup mahal Marini. Karena mau tak mau, aki harus berhadapan dengan orang yang memagari suamimu itu,” ucap Ki Suwita meyakinkan. “Berapa harganya Ki..?” tanya Marini. “Tujuh juta rupiah, Marini. Tak kurang sepeser pun!” sahut Ki Suwita mantap, sambil melirik belahan dada Marini yang mulus menonjol, karena salah satu kancingnya lepas.
9.962.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai pagar kawat berduri
Baca
+Pustaka
Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Nona Hemat di Sarang Konglomerat

TIT. “Karpet merah polypropylene tebal. Harga sewa per meter persegi lima puluh ribu. Panjang dua puluh meter. Total sejuta cuma buat diinjak sepatu berlumpur,” batin Citra. Dia mencoba mengalihkan rasa gugupnya dengan matematika pasar. Elang meletakkan tangan Citra di lengannya. Kain jas mahalnya terasa halus di telapak tangan Citra yang mulai berkeringat dingin.
748 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai pagar kawat berduri
Baca
+Pustaka
Istri Muda Untuk Suamiku

Istri Muda Untuk Suamiku

Dia sangat yakin saat ini gadis itu sedang berusaha melewati pagar tembok yang gagah memagari rumah ini. “Kau ingin keluar. Silahkan. Pilih tembok sebelah mana yang ingin kau panjat. Itu pun jika ilmu ninjamu berlaku ditempat ini. Lihat keatas ada kawat berduri yang tersambung dengan aliran listrik. Dan tentunya kau tau apa yang akan terjadi.” Burhan duduk diatas meja yang ada dalam pos.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai pagar kawat berduri
Baca
+Pustaka
Katanya, Aku Pelit

Katanya, Aku Pelit

"Hari ini Pak Wira bayar pajak durian dan langsat, kan?" Mataku langsung mendelik curiga. Bagaimana dia bisa tahu kalau hari ini aku akan ketemu Pak Wira untuk pelunasan pajak. Pajak yang kumaksud itu semacam booking-an. Jadi, seperti biasa, saat durian dan langsat belum berbuah, Pak Wira akan membelinya dengan hitungan perpohon. Walau, tetap saja bayarnya menunggu saat akan panen. Nah, sekarang, lah, waktunya pembayaran itu. Lalu, berapa banyak buah yang jadi miliknya juga tergantung rejeki Pak Wira sendiri.
3.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai pagar kawat berduri
Baca
+Pustaka
Legenda Pendekar Biru

Legenda Pendekar Biru

Dia melenggang sendiri berpura-pura mencari kain yang bagus untuk dijadikan kostum tarian. “Selamat datang, penari muda. Apa ada yang bisa kami bantu?” tanya salah satu pelayan. “Hihihi, aku sedang mencari kain sutra berurat emas paman. Apa toko ini memilikinya?” tanya Lintang. “Sutra berurat emas?” sang pelayan mengerutkan kening. “Benar paman, kain sutra halus yang disulam benang emas. Katanya kain tersebut sangat langka dan hanya ada di katumenggungan Surajaya,” tutur Lintang berbohong.
1020.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 664 kali sebagai pagar kawat berduri
Baca
+Pustaka
RUANG AJAIB JURAGAN FIKRI

RUANG AJAIB JURAGAN FIKRI

Pembayaran sepenuhnya bagi cabang Toko Mustika mereka seharusnya tidak akan menjadi masalah besar! Di sisi lain, setelah berpikir sejenak, Fikri berkata kepada Yanto, "Sembilan setengah potong, sedikit lebih tebal dari diameter mulut mangkuk, tujuh kayu rosewood harum dari Provinsi Haizam, dua kayu African Blackwood, semuanya memiliki kualitas yang sama dengan potongan ini. Silakan totalkan harganya dan aku mau dibayar sekaligus."
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai pagar kawat berduri
Baca
+Pustaka
Jadul Tapi Mantul

Jadul Tapi Mantul

Aku tidak mengerti urusan para laki-laki berilmu ini, masa minta maaf saja selesai masalah, padahal tadi sudah gontok-gontokan. "Oh, ya, bagaimana cerita pagar Rara itu Torkis?" tanyaku kemudian. "Biar Abang yang cerita, Dek," kata Bang Parlin. "Oke, Bang," "Begini, Dek, karena lahan itu mau ditanami sayur, kan harus dipagar, biar sapi gak masuk. Pagar bambu sudah gak bisa, jadilah kami buatkan pagar kawat, mencegah kawat berkarat, kami cat dengan warna merah menyala, gunanya supaya babi hutan menjauhi pagar tersebut, merah itu kan bahasa Batak yang Rara, jadilah kami sebut itu pagar Rara, semua tempat kami beri nama untuk memudahkan pekerjaan, jadi jangan souzon mulu ya, Dek," kata Bang Par
1079.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai pagar kawat berduri
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status