Kaya sih, tapi Pelit!
Ia mulai mendekatkan wajahnya tepat di hadapan mataku.
“Sewa rumah 1,5 juta perbulan, PDAM lima ratus ribu perbulan, pembayaran listrik tiga ratus ribu perbulan, merapihkan rumah dan memasak aku sendiri yang akan melakukannya, mencuci baju-setrika aku sendiri yang melakukannya, melayani setiap malam itu tidak termasuk hitungan, karena kamu pun menikmatinya dan aku tidak akan memiliki permintaan lain,” cerocohnya mengalahkan petasan sunatan, “sekarang pikirkan bagaimana kamu membayar semuanya!” tambahnya lagi dengan penuh penekanan.
Bab Populer