Talak Aku, Mas!
Dimas menggelengkan kepalanya, "Astaga, Ra. Sejak kapan aku punya waktu untuk nonton drama? Lagi pula, jika aku punya waktu luang yang lebih banyak lebih baik kan aku gunakan buat ketemu sama kamu."
Aku terdiam untuk sejenak, memilih untuk tidak menanggapi perkataan pria itu yang semakin menjurus.
"Kamu kerja lagi jam berapa, Dim?" tanyaku mencoba untuk mengalihkan perhatiannya.
"Setengah jam lagi. Eh, Ra. Kamu mau makan makanan Korea nggak?" tanya Dimas tiba-tiba.
Aku sedikit terkejut tetapi dengan cepat aku melirik ke arah arlojiku, "Di mana? Memangnya waktunya cukup?"