Perawan Rasa Janda
“Percayalah kamu cukup bersopan santun seperti biasa, soal bahasa, ada aku di sisi kamu, aku akan jadi penerjemah kamu. Lagipula sebagian keluargaku ada yang fasih berbahasa Indonesia.”
“Tapi soal adat istiadat di sana, apa yang harus aku pelajari Mas?”
Aku masih saja tak bisa tenang.
Gamal tersenyum penuh arti.
“Biasanya pada acara pernikahan, kami semua memakai pakaian putih, dan kami tidak menerima kado atau amplop apapun. Tapi mungkin kita akan dipisahkan kamu akan menerima tamu khusus wanita sementara aku menerima tamu para pria.”