Sang Mempelai Pengganti
Ia berdiri, membersihkan celana kainnya yang ternoda, lalu berjalan menjauh dari makam Annisa, menjauh dari cintanya, menuju takdir yang terasa seperti penjara bersamaku.
Keesokan paginya, aku berdiri di depan cermin, terbalut gaun pengantin Annisa. Gaun itu indah, memeluk tubuhku dengan pas, tetapi terasa seperti kain kafan yang mahal. Ini adalah hari pernikahan, tetapi tidak ada debaran bahagia, hanya rasa dingin yang merayap dari ujung kaki hingga ubun-ubun.
Ijab Kabul dilaksanakan di sebuah masjid mewah, hanya dihadiri oleh keluarga inti yang mengenakan pakaian serba putih sebagai simbol kesucian dan juga duka yang tersisa.
Hot Chapters