Cinta Dua Sisi
Mas Arman bergumam di telinga Dita, tapi masih sangat jelas terdengar di telingaku.
Allah ... ujian terberatku dimulai. Aku mencemburui sesuatu yang tak patut kucemburui. Aku mendamba sesuatu yang tak patut kudamba. Aku mengharapkan sesuatu yang jelas-jelas milik wanita lain. Aku tak boleh benar-benar gila. Dita dan Mas Arman adalah saudaraku sekarang. Aku harus bertahan dan berusaha mencintai mereka sebagai saudara. Akankah aku sanggup jika sedari awal alasan aku ikut ke Bandung bukan karena Dita, tapi demi bisa melihat cahaya dan teduhnya mata lelaki di depanku ini. Aku meringis menahan kegalauan hatiku yang semakin memuncak.
Maafkan, Mba, Dita, keluhku dari hati yang terluka karena rasa.
Bab Populer