Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pena Ajaib

Pena Ajaib

"Pena milik siapa ini?" tanya Ocin seraya mengambil pena yang tergeletak di meja belajarnya. Diamatinya baik-baik pena berwarna kuning keemasan dan hitam yang seimbang itu. Bentuk penanya pun agak antik dan berbeda dengan pena jaman sekarang. Yang lebih aneh lagi, Ocin tidak bisa membuka pena tersebut untuk mengetahui isinya masih atau belum.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai panah
Baca
+Pustaka
Kisah Seorang Pendekar Kanuragan Pilihan

Kisah Seorang Pendekar Kanuragan Pilihan

Namun, seiring berjalannya waktu, pusaran angin mulai mereda, menyusut dengan lembut, seolah mempersiapkan langkah berikutnya. Dalam serangan balas dendam yang luar biasa, pusaran angin meluncur dengan cepat menuju Anila. Transformasi ajaib terjadi, ketika pusaran angin berubah menjadi anak panah yang memancarkan aura maut. Anak panah itu tampak siap dilepaskan, dalam sekejap, akan terhunjam dengan kecepatan mematikan ke arah Askara. “Panawa Rathya Pawindha Bayu Maruta (Panah yang ditembakkan angin topan)” ucapnya, kemudian dia melesatkan anak panahnya dengan kecepa
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai panah
Baca
+Pustaka
Crazy Woman

Crazy Woman

"Apa lagi ini, Tuhan?" ####################################
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai panah
Baca
+Pustaka
Kaisar Badai Petir Zera

Kaisar Badai Petir Zera

Imbuh Zera sambil menunjukkan kiri mereka. "Aku akui keberanianmu manusia, tolong kamu catat namaku di tulang kepalamu. Namaku Sheyta." Sambil menarik panahnya dan mengalirinya dengan mana yang kuat dan menembakkannya. "Ledakan Panah Pisau Angin!" Melesatlah panah dengan kecepatan tinggi memotong yang dilaluinya.
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai panah
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Tempat menaruh anak panah itu terbuat dari kulit berbentuk kantung panjang warna hitam kecoklatan, mempunyai tali pengait yang membuat anak panahnya tidak jatuh berantakan walau dipakai jungkir balik di udara. "Kaukah yang... yang... namanya Bar... Baraka?!" Serunya sambil menyunggingkan senyum yang lebih tepat dikatakan sebagai seringai yang konyol. Baraka melompat turun dari atas batu. Wuuttt...!
1028.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai panah
Baca
+Pustaka
Hasrat Panas Paman Dingin

Hasrat Panas Paman Dingin

"Om mau berangkat sekarang?" Anindya Jenaya, gadis bertubuh mungil itu mendongak pada seorang pria dengan setelan jas rapi yang jauh lebih tinggi darinya. Ia dan pria itu—Devano Wijaya atau akrab ia panggil Om Devan, tengah berada di ruang makan untuk sarapan. Hal yang akhir-akhir ini jarang mereka lakukan karena entah mengapa, Devan jadi selalu berangkat lebih pagi dari biasanya.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai panah
Baca
+Pustaka
Godaan Panas Tetangga Baru

Godaan Panas Tetangga Baru

Yang ia butuhkan sekarang hanyalah pergi sebentar, menjernihkan kepalanya sebelum kembali menghadapi kenyataan yang terus membayanginya. Saat itu waktu sudah melewati tengah malam. Jalanan kompleks perumahan sepi, hanya sesekali terdengar suara angin yang berdesir melewati pepohonan. Fara melajukan sepedanya perlahan, membiarkan udara dingin menyentuh wajahnya. Ia tidak tahu pasti apa yang ia cari, tetapi tubuhnya bergerak seakan sudah tahu ke mana harus pergi.
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai panah
Baca
+Pustaka
Boss With Benefit
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status