Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Anara

Anara

Setengah hatinya kini merasa aman, dan setengahnya lagi merasa nyaman. Siang yang sangat panjang, bagi Anara. Menunggu pesan dari nomor tak dikenal, yang akan memberitahu waktunya dia meletakkan tas itu di taman. Ddrrrttt Ponselnya berbunyi, kali ini Bara yang membuka dan membaca pesan itu. [Jam lima sore, ditaman. Masukkan kedalam tempat sampah di sebelah timur, dekat pohon akasia. Jangan terlambat dan datang sendiri!”
9.92.9K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as panah asmara
Read
+Library
Asmaraloka

Asmaraloka

Membuat Kiara tersenyum sudah menjadi pekerjaan tetap yang kini Bara kerjakan. Malam ini bulan tak tampak, tetapi para bintang seperti mengambil alih cahaya-cahaya bulan yang direnggut semesta. Jalanan becek sehabis hujan sore hari yang masih menggenang menjadi saksi bisu pemuda yang kini menginjaknya, Bara. Ia memberi pesan ke Kiara agar menemuinya didepan gerbang rumah sang wanita. Aneh, pikir Kiara.
2.9K viewsOn holdAdded to Library 73 Times as panah asmara
Read
+Library
Asmara Ghina

Asmara Ghina

gumam Ghina. Setelah meletakkan tasnya, Ghina menepi menuju pinggiran jendela yang langsung menyuguhkan pemandangan pematang sawah dan tampak pula Gunung Lawu yang begitu indah. Pemandangan indah tersebut tidak selalu bisa dinikmati. Adakalanya suhu udara begitu dingin dan menyebabkan kabur tipis menyelimuti. "Bagus, ya, Ghin?"
1.8K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as panah asmara
Read
+Library
Menjadi Istri Kedua Mantan Mertua

Menjadi Istri Kedua Mantan Mertua

teriak Bramasta menggila dengan emosinya. Tubuh Asmara bergetar hebat, dia merosot di dinding, menangis tanpa henti, meratapi nasib yang tidak kunjung bahagia. Hanya 1 bulan dia bahagia melihat buah hatinya yang cantik, sehat, putih dan gemoy. Tapi hari ini, dunianya seakan hancur dalam seketika. Bramasta berdiri dan mengabaikan Asmara yang terus menangis. Bramasta menjawab panggilan telepon dari rekan bisnisnya.
9.91.0M viewsCompletedAdded to Library 26.1K Times as panah asmara
Show Reviews (88)
Read
+Library
Demigoddess
maaf kak otor, bab 542, dan 2 bab selanjutnya (6 & 61) kok isinya sama semua ya? koin untuk bab 6 yg setelah bab 542 juga sangat besar kenanya yaitu kena potong 71 koin dan bab 61 nya juga isinya sama dgn bab 542 & 6. Mohon infonya apakah koin yg kena potong sangat besar untuk 1 bab itu akan balik?
Zizizaq
Awalnya santai bacanya, lihat babnya langsung stop dulu deh. Keren Thor. Ceritanya oke. Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
Read All Reviews
Asmaraloka Sang Putri Pusaka

Asmaraloka Sang Putri Pusaka

Hanya jujur dengan cara yang paling kejam. “Melarikan diri. Seperti yang kau minta.” Raras menoleh ke arah jendela. Cahaya pagi menyusup masuk, menyinari wajahnya yang pucat. “Bagus,” katanya pelan. Itu bukan kelegaan. Itu pengakuan. Reyas melangkah lebih dekat. “Panah itu tidak ditujukan padamu.” Raras tersenyum tipis. “Tidak pernah ada panah yang benar-benar salah sasaran.”
2.4K viewsCompletedAdded to Library 61 Times as panah asmara
Read
+Library
Asmara Ibu Asrama

Asmara Ibu Asrama

Sambungan telpon selesai. Astri memandang lurus keluar jendela kamarnya. Taman sekolah tampak segar di pagi hari. Taman itu persis ada di seberang asrama putri sekolah tempat Astri bekerja. Astri senang memperhatikan bunga-bunga yang mulai bermekaran memberi keindahan, menghiasi hari. "Iya, aku pulang, Bapak Andika Kamajaya. Ada yang penting apa coba, maksa-maksa aku pulang?" gerutu Astri.
105.8K viewsCompletedAdded to Library 220 Times as panah asmara
Read
+Library
Roh Dewa Perang

Roh Dewa Perang

“Mama jangan gitu. Walau gimanapun Arsa kan abdi negara, dia pasti harus mendahulukan negara daripada aku. Ya, nggak apa-apa, asal jangan ada perempuan lain aja.” “Nak Arsa kenal sama Ambaramurni?” Pertanyaan tiba-tiba dari sang mahadewi. “Ambaramurni,” ulang Hara. Nama yang agak aneh. “Tidak!” jawab Arsa tegas. Walau ia punya janji untuk menjadikan dewi bunga itu sebagai selir. “Sayang sekali, padahal kata Ambaramurni dia sangat mengenalmu.” “Katakan padanya agar tak menungguku. Sia-sia saja, dia tak ada artinya di mataku.”
1028.8K viewsOngoingAdded to Library 1.0K Times as panah asmara
Read
+Library
Tergoda Hasrat si Presdir Tampan

Tergoda Hasrat si Presdir Tampan

Rangga ikut mendongak, menatap langit malam. Mereka saat ini berada di taman belakang rumah, tepatnya di sebuah gazebo. “Kau belum menjawab pertanyaan ku, sayang. Dimana Asmara?” “Sementara, ibu akan membawanya ke rumah ibu. Kita ditugaskan untuk fokus pada kerjaan saja. Sebenarnya aku ingin menolak, tapi tetap saja. Ini kita lakukan demi kebahagiaan dan masa depan keluarga kita, mempertahankan hak yang kita miliki.”
1018.6K viewsCompletedAdded to Library 558 Times as panah asmara
Read
+Library
Lelaki Penakluk Nona Muda

Lelaki Penakluk Nona Muda

Mengusir sisa-sisa hawa dingin, begitu pancaran sinar mentari itu menyentuh kulit Amisha. Amisha tersenyum lebar. Tak menyangka ia benar-benar akan kembali ke mansion Aland. Sejenak ia tercacak, membisu di balik jendela itu. Menikmati pemandangan indah di luar sana sembari mengagumi canda sepasang goldfinch, yang tak menyadari kehadirannya atau mungkin juga mengabaikan keberadaannya.
104.8K viewsCompletedAdded to Library 193 Times as panah asmara
Read
+Library
Cinta sang Asmara

Cinta sang Asmara

“Asmara.” Asmara mendesah lega. Untuk pertama kalinya Asmara merasa sangat bersyukur dengan kehadiran Farhan. Mengabaikan sorot penuh tanya dari 2 orang lainnya, Asmara segera berlari ke arah Farhan. “Mas Farhan.” "Sini biar Mas saja yang bawa.”
1.3K viewsOngoingAdded to Library 33 Times as panah asmara
Read
+Library
PREV
123456
...
8
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status