Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Beyond the Light

Beyond the Light

Panah itu menjadi meluncur lebih cepat dari biasanya. Panah itu langsung bergerak melingkari tubuh Tyra—tidak menusuknya secara langsung. Jurus ini hanya membuat target terkena serangan ringan secara berkali-kali. Panah milik Eugene juga merupakan panah khusus yang bisa menyerap energi milik musuh.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as panah
Read
+Library
Pena Ajaib

Pena Ajaib

"Pena milik siapa ini?" tanya Ocin seraya mengambil pena yang tergeletak di meja belajarnya. Diamatinya baik-baik pena berwarna kuning keemasan dan hitam yang seimbang itu. Bentuk penanya pun agak antik dan berbeda dengan pena jaman sekarang. Yang lebih aneh lagi, Ocin tidak bisa membuka pena tersebut untuk mengetahui isinya masih atau belum.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as panah
Read
+Library
Kisah Seorang Pendekar Kanuragan Pilihan

Kisah Seorang Pendekar Kanuragan Pilihan

Namun, seiring berjalannya waktu, pusaran angin mulai mereda, menyusut dengan lembut, seolah mempersiapkan langkah berikutnya. Dalam serangan balas dendam yang luar biasa, pusaran angin meluncur dengan cepat menuju Anila. Transformasi ajaib terjadi, ketika pusaran angin berubah menjadi anak panah yang memancarkan aura maut. Anak panah itu tampak siap dilepaskan, dalam sekejap, akan terhunjam dengan kecepatan mematikan ke arah Askara. “Panawa Rathya Pawindha Bayu Maruta (Panah yang ditembakkan angin topan)” ucapnya, kemudian dia melesatkan anak panahnya dengan kecepa
103.6K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as panah
Read
+Library
Kaisar Badai Petir Zera

Kaisar Badai Petir Zera

Imbuh Zera sambil menunjukkan kiri mereka. "Aku akui keberanianmu manusia, tolong kamu catat namaku di tulang kepalamu. Namaku Sheyta." Sambil menarik panahnya dan mengalirinya dengan mana yang kuat dan menembakkannya. "Ledakan Panah Pisau Angin!" Melesatlah panah dengan kecepatan tinggi memotong yang dilaluinya.
101.5K viewsCompletedAdded to Library 51 Times as panah
Read
+Library
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Tempat menaruh anak panah itu terbuat dari kulit berbentuk kantung panjang warna hitam kecoklatan, mempunyai tali pengait yang membuat anak panahnya tidak jatuh berantakan walau dipakai jungkir balik di udara. "Kaukah yang... yang... namanya Bar... Baraka?!" Serunya sambil menyunggingkan senyum yang lebih tepat dikatakan sebagai seringai yang konyol. Baraka melompat turun dari atas batu. Wuuttt...!
1031.0K viewsOngoingAdded to Library 1.2K Times as panah
Read
+Library
Hasrat Panas Paman Dingin

Hasrat Panas Paman Dingin

"Om mau berangkat sekarang?" Anindya Jenaya, gadis bertubuh mungil itu mendongak pada seorang pria dengan setelan jas rapi yang jauh lebih tinggi darinya. Ia dan pria itu—Devano Wijaya atau akrab ia panggil Om Devan, tengah berada di ruang makan untuk sarapan. Hal yang akhir-akhir ini jarang mereka lakukan karena entah mengapa, Devan jadi selalu berangkat lebih pagi dari biasanya.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as panah
Read
+Library
Godaan Panas Tetangga Baru

Godaan Panas Tetangga Baru

Yang ia butuhkan sekarang hanyalah pergi sebentar, menjernihkan kepalanya sebelum kembali menghadapi kenyataan yang terus membayanginya. Saat itu waktu sudah melewati tengah malam. Jalanan kompleks perumahan sepi, hanya sesekali terdengar suara angin yang berdesir melewati pepohonan. Fara melajukan sepedanya perlahan, membiarkan udara dingin menyentuh wajahnya. Ia tidak tahu pasti apa yang ia cari, tetapi tubuhnya bergerak seakan sudah tahu ke mana harus pergi.
3.7K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as panah
Read
+Library
Handa

Handa

Flashback off Handa mengalihkan pandangannya dan menarik nafas dalam-dalam. Dia menundukkan kepalanya, bulir-bulir bening air mata menetes di pahanya. Handa mengusap air mata di pahanya, dengan sedikit gerakan maju tangannya sudah mengepal, lalu memukul pelan pahanya berusaha memberi kekuatan pada dirinya sendiri. Handa mengangkat kepalanya sambil menarik nafas dalam-dalam, dengan punggung tangannya Handa menyeka air mata yang telah membasahi pipinya, lalu pandangannya kembali beralih keluar jendela menyaksikan pemandangan alam Laut Jawa yang indah. Handa melepas ikatan rambutnya lalu menggunakan ikat rambutnya sebagai gelang di tangan kirinya, ia mulai menyandarkan kepalanya lalu melemparka
1034.6K viewsCompletedAdded to Library 795 Times as panah
Read
+Library
BENALU

BENALU

Kebangetan (Pov Izzah) [Bik, ambil di laci nakas tidurku, ada botol kaca kecil. Bawa keluar dan kunci kembali kamarku. Itu botol isinya obat pencahar, teteskan di makan siang mereka, Bik. Jangan banyak-banyak. Mengerti?] Sebuah chatku kirimkan pada Bik Karmi, saat itu juga sebelum dia memasak untuk Ibu Mertuaku itu. Seperti biasa, dia selalu responsible pada setiap chatku.
30.9K viewsCompletedAdded to Library 679 Times as panah
Read
+Library
Harapanku

Harapanku

" Nduk... Tante Mira mau lamaran awal bulan. Kamu sama Dana ga usah ikut yo, kalian di rumah aja ! Soalnya Ayah uangnya cuma cukup buat ongkos Ayah dan Ibu aja pulang pergi... " Ucap Ibu. "Ibu mah gitu... Tega banget sih ninggalin aku sama Dana berdua. Aku kan ingin jalan-jalan juga bu... " Ungkapku kesal.
2.4K viewsOn holdAdded to Library 53 Times as panah
Read
+Library
PREV
123456
...
8
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status