Srikandi Antara Dendam Dan Cinta
Tak peduli pekatnya malam kian mencekam, burung hantu dan longlongan hewan buas terdengar pada setiap sudut hutan.
Tak peduli dengan badan bersimbah peluh, Srikandi terus bergerak. Mengayun pedang, menebas ruang kosong, mencipta keseimbangan seperti yang telah diajarkan dari sang Maha guru.
Bayangan darah segar memuncrat dari mulut Ayah, membuat gerakannya semakin membabi buta. Tak peduli apapun di depan, tangannya terus menebas. Bayangan Ibu yang berteriak memilukan, digilir beberapa orang prajurit istana, membuat badan Srikandi melenting ke udara.
Hot Chapters