Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rahasia di Balik Cincin Besar Itu

Rahasia di Balik Cincin Besar Itu

Pada tanggal 11 November, asisten polos dan lugu tunanganku menjual berlian satu karat seharga satu sen. Dalam waktu singkat 20 menit, perusahaan merugi 400 miliar. Aku gemetar karena marah, sementara Arvino memelukku dan menenangkanku, "Jangan khawatir, serahkan hal ini padaku." Namun, malam itu, Lunaria Sasmaya mengunggah di IG Story tangkapan layar transfer sebesar 3 miliar dan menuliskan keterangan: [Hari ini aku melakukan kesalahan besar, tapi bos malah menghiburku. Dia juga berpesan supaya aku tidak marah pada harimau betina dan harus patuh ya.] Aku berkomentar di bawahnya: [Semoga langgeng.] Lunaria langsung menghapus postingan itu. Tiba-tiba Arvino Satya menerobos masuk dan menamparku dengan keras. "Dengan niat apa kamu menyukai postingan Lunaria? Dia sekarang sampai malu dan mencoba bunuh diri!" "Cuma rugi 400 miliar saja, perlu kamu desak dia sampai tak bisa hidup lagi?" Arvino berbicara dengan nada penuh pembenaran, seolah berada di pihak yang benar dan tanpa rasa takut. Namun, kemudian saat bahkan uang 40 ribu untuk makan pun tak mampu dia keluarkan, kenapa dia malah menangis?
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai pancaran kasih
Baca
+Pustaka
Kontrak dan Kebebasan

Kontrak dan Kebebasan

Setelah kematian kakakku, aku menandatangani pernikahan kontrak lima tahun dengan suaminya, Alexander Valendra yang adalah seorang mafia. Aku menjadi ibu tiri bagi keponakanku yang berusia lima tahun, Adriel Valendra. Di hari ulang tahunku, aku memakai kalung berlian milik kakakku yang sudah meninggal tanpa tahu apa maknanya. Saat acara makan malam keluarga, Adriel berjalan mendekat sambil membawa segelas anggur merah dan menyiramkannya ke wajahku. Anggur merah itu menetes di pipiku, aromanya yang tajam menusuk mataku dan mengotori gaunku yang putih. Dia menatapku, sorot matanya sedingin dan sekejam ayahnya. "Jangan pikir kamu bisa menggantikan ibuku hanya karena kamu sudah jadi bagian dari Keluarga Valendra," katanya sambil menyeringai. "Kamulah penyebab kematiannya." "Aku berharap kamulah yang mati. Jadi aku bisa menghancurkan batu nisanmu, dan bukan merayakan ulang tahun konyol ini." "Aku bersumpah, begitu aku dewasa nanti, hal pertama yang kulakukan adalah menenggelamkan kamu ke Sungai Mandira!" Kenangan itu menusuk setajam anggur tadi, dan yang bisa kurasakan hanyalah putus asa. Aku menatap anak yang sudah kuasuh selama lima tahun seperti anakku sendiri, dan rasa perih menusuk di dadaku. Aku dulu berpikir aku bisa sepenuhnya menyerahkan diriku untuk Keluarga Valendra, dan memenangkan hatinya dengan kasih sayang. Namun sekarang, aku hanya lelah dengan semuanya. Keluarga ini tak punya cinta, dan anak itu memandangku seperti musuh yang harus dihancurkan. Aku berhenti menipu diri sendiri. Sudah waktunya untuk melepaskan semuanya. Namun setelah aku pergi, Alexander dan Adriel kembali padaku, merayap seperti pecundang yang ketakutan, dan memohon ampun padaku.
10.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 273 kali sebagai pancaran kasih
Baca
+Pustaka
Menerima Pria yang Dijodohkan Orangtuaku

Menerima Pria yang Dijodohkan Orangtuaku

Setelah pacaran lima tahun, akhirnya pacarku setuju menemuiku orang tuaku. Namun, saat makan, dia tiba-tiba beralasan ada urusan kantor dan pergi dengan tergesa-gesa. Aku memaksakan senyuman saat mengantar Ayah dan Ibu pulang, lalu terdiam sambil mengeluarkan ponsel. Benar saja, sahabat perempuan pacarku kembali mengunggah sesuatu di linimasa. [ Didesak keluarga buat nikah nggak usah takut, cukup punya pria yang mau menemanimu bertemu orang tua. ] [ Hadiahnya satu ciuman, teruskan seperti ini ya! ] Foto pertama memperlihatkan pacarku merangkul lengannya dengan mesra, bersama-sama memberi hormat sambil bersulang kepada para orang tua. Foto lainnya adalah seorang perempuan menempelkan wajahnya ke pipi pria itu dan menciumnya. Melihat tanda like dari pacarku, aku menutup Insatgram dan menelepon ayahku. "Ayah, aku sudah memikirkannya. Aku mau menikah dengan pria yang Ayah perkenalkan untuk perjodohan itu." "Ya, dia yang membantuku membuat pilihan."
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai pancaran kasih
Baca
+Pustaka
Pertemuan Adalah Alur Takdir

Pertemuan Adalah Alur Takdir

Pada hari ketika aku dikonfirmasi menderita kanker, suamiku menampar wajahku dan berkata, “Kau begitu keji dalam hatimu, bahkan ingin merebut penyakit adikmu.” Anak kami berteriak, “Mama sangat jahat, aku benci Mama.” Aku tidak menangis dan tidak membuat keributan, hanya diam mengemas lembar pemeriksaan, sambil memilihkan liang kubur untuk diriku sendiri. Lima belas hari lagi, aku akan pergi dari kota ini, menyelip ke dalam sunyi, seperti bayangan yang menghilang. Saat semuanya berakhir, aku ingin bahkan penyesalan mereka pun tak sempat menemukan aku.
4.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai pancaran kasih
Baca
+Pustaka
Cinta yang Tak Mungkin Kembali

Cinta yang Tak Mungkin Kembali

Setelah ayah meninggal, aku memutuskan untuk bercerai dari suamiku yang seorang komandan batalion, dan menetap selamanya di desa pegunungan kecil ini. Hari pertama, aku menipu suamiku agar menandatangani surat permohonan cerai. Hari kelima, aku mengajukan surat pengunduran diri ke unit tempatku bekerja sebelumnya. Hari ketujuh, aku memasak semeja penuh hidangan lezat untuk berpamitan dengan semua teman. Declan mengerutkan kening dan menyalahkanku karena memasak hidangan yang tidak disukai oleh cinta pertamanya sejak kecil. Aku berdiri, mengangkat gelas, dan bersulang dengan cinta pertamanya itu. Mulai sekarang, Declan dan aku tidak lagi memiliki hubungan apa pun. Setengah bulan kemudian, aku bertemu kembali dengan Declan yang baru pulang dari tugas di desa pegunungan kecil ini. Hanya saja kali ini, angin malam pedesaan membuat kedua matanya memerah.
32.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 982 kali sebagai pancaran kasih
Baca
+Pustaka
Badai Berlalu, Bahagia Menyambut

Badai Berlalu, Bahagia Menyambut

Aku pergi mencoba gaun pengantin bersama pacarku. Tepat saat kami hendak membayar, seorang wanita tiba-tiba merebut gaunnya dari tanganku. "Maaf ya, ini sudah aku pilih duluan!" Aku mengerutkan kening, hendak mengatakan sesuatu, tapi seorang teman tiba-tiba menepuk bahuku dan berbisik, "Tadi kudengar dari pelayan toko, gaun pengantin ini sudah dipesan Jordy sebulan yang lalu. Pasti dia sengaja menunggumu datang dan memilihnya." Aku refleks menoleh ke arah Jordy, dan benar saja, aku melihatnya berjalan mendekat. Tapi, tangannya terulur kepada wanita itu untuk merapikan ujung gaun yang terjatuh. "Kalau memang dia yang pilih duluan, ya sudah, mau bagaimana lagi." Dia mencubit pipiku, tersenyum lembut tapi santai. "Erika kan baik. Gaunnya nggak harus ini juga, kan?" Aku terpaku menatap ekspresi bangga dan puas di wajah wanita itu. Gaun pengantinnya memang tidak harus yang ini. Orang yang aku nikahi juga ... tidak harus Jordy.
908 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai pancaran kasih
Baca
+Pustaka
Aku Tidak Ingin Apapun, Hanya Mama

Aku Tidak Ingin Apapun, Hanya Mama

Seminggu sebelum hari raya, William memberiku libur selama tujuh hari dan menyelipkan tiket ke Stokwov ke dalam tasku. Aku pikir dia akhirnya mulai belajar bagaimana cara peduli. Lalu, aku mendengarnya sedang berbicara dengan putra kami di tangga. "Pa, apa Papa benar-benar akan menikah dengan Tante Viona? Bagaimana dengan Mama?" Rian memegang mobil mainannya, mencoba terdengar berani. William terdiam sejenak. “Ini hanya pernikahan secara hukum saja. Mario sudah meninggal. Viona dan Sofi dalam posisi terancam, dan Papa tidak bisa membiarkan mereka seperti itu. Mereka membutuhkan nama marga Degarda untuk perlindungan.” “Apa Mama sudah tahu?” “Dia tidak boleh tahu.” Suaranya melembut. “Rahasiakan ini dari mamamu, Rian. Di hari ulang tahunmu nanti, Papa akan membelikanmu model mobil balap yang kau inginkan itu.” Jadi tiket itu bukanlah hadiah. Itu adalah cara untuk menyingkirkanku dari kehidupannya. Jika dia bisa menggunakan marga keluarganya untuk wanita lain, meskipun hanya untuk formalitas, maka aku juga bisa mengambil kembali harga diri dan ambisi yang telah kukubur dalam pernikahan ini. Kali ini, ketika aku pergi, aku tidak akan pernah kembali lagi.
10.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 375 kali sebagai pancaran kasih
Baca
+Pustaka
Menutup Pintu Masa Lalu

Menutup Pintu Masa Lalu

Di hari ulang tahunku, pacarku yang sudah bersamaku selama enam tahun malah melamar cinta pertamanya. Seketika, semua perasaan sirna. Aku pun tersadar dan memilih pergi untuk menjalani perjodohan keluarga….
6.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai pancaran kasih
Baca
+Pustaka
Mantan Suamiku Dan Cinta Baruku Meniduri Sahabatku

Mantan Suamiku Dan Cinta Baruku Meniduri Sahabatku

Dalam perjalanan pulang setelah mengambil surat nikah, Riven tiba-tiba berkata, "Aku selingkuh." Dia menunjuk kursi penumpang di bawahku, lalu tersenyum kejam. "Kemarin dia duduk di sini sambil nyium aku. Pakaiannya seksi sekali. Aku nggak bisa nahan diri, jadi aku tidur sama dia." Untuk kedua kalinya, aku dikhianati. Aku terpaku di sana, begitu sakit sampai tak mampu mengeluarkan sepatah kata pun. Namun, Riven malah terlihat masih tenggelam dalam kenangan itu. "Sekarang aku jadi bisa memahami Javer. Queena memang lebih punya pesona wanita dibanding kamu." Javer adalah mantan suamiku, sedangkan Queena adalah sahabatku dulu. Lima tahun lalu, aku memergoki mereka berdua di ranjang yang sama. Saat hidupku terasa hancur dan tak ada harapan, Rivenlah yang menyelamatkanku. Namun sekarang, dia juga mengkhianatiku demi wanita yang sama.
11.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 302 kali sebagai pancaran kasih
Baca
+Pustaka
Godaan Wanita Lain Di Kantor Suamiku

Godaan Wanita Lain Di Kantor Suamiku

Demi menandatangani kontrak besar bernilai ratusan miliar, sekretaris suamiku yang dingin sibuk sampai tidak sempat makan. Suamiku mengupas tiga ekor udang untuk sekretaris itu dengan santai. Saat aku memergoki hal itu, aku langsung menelepon pengacara di depan suamiku, "Pak Herman, buatkan aku surat perjanjian cerai, aku mau cerai." Suamiku yang tidak tidur selama beberapa hari demi menandatangani kontrak besar itu pun menatapku dengan ekspresi tidak percaya. "Hanya karena aku mengupas tiga ekor udang untuk Sherly, kamu langsung mau cerai denganku?" "Ya," jawabku.
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai pancaran kasih
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
2526272829
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status