PERMAISURI YIN
Sang pangeran menunjuk bulan purnama yang sinarnya semerah darah.
“Baik, Kak, serahkan padaku.”
Pangeran ketiga dan keempat berpisah. Pasukan kota kini berada dalam kendali pangeran keempat. Namun, mereka dihadapkan oleh segerombolan serigala yang tiba-tiba muncul dari atap rumah dan kedai warga.
“Bunuh, bakar, habisi, jangan sampai ada yang tersisa.” Pangeran ketiga melompat dari kudanya dan melawan seekor serigala yang sebenarnya ilusi buatan dari Aligur.