Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
JERITAN MALAM PENGANTIN

JERITAN MALAM PENGANTIN

ucap Intan. Ah, si4l. Kenapa aku bisa lupa kalau aku tidak begitu fasih berbicara Jawa. "Iya juga ya, Tan. Lali gue!" "Sok-sok 'an ngomong Jawa tapi dicampur sama Jakarta gitu!" runtuk Intan. Aku terkikik geli melihat tingkah konyolku ini. Benar juga sih apa yang dibilang Intan tadi, bagaimana caranya aku bertransaksi sedangkan aku tidak bisa bahasa Jawa.
1065.7K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as pantun jenaka
Read
+Library
Bara Dendam Sang Prabu Boko

Bara Dendam Sang Prabu Boko

"Apakah kehormatan yang kau junjung tinggi itu juga ikut kau jual demi kekuasaan sementara yang fatamorgana ini?" Kunara Sancaka, yang bersembunyi di balik kain hitam yang melindunginya, mulai menunjukkan tanda-tanda kepanikan yang sulit disembunyikan. Meski gerakan dan serangannya sempurna, Kunara merasakan setiap taktiknya seolah-olah terbaca oleh Jentra, yang juga mengenali pola ilmu bela diri mereka dengan sangat baik, bahkan membaca niat yang tersembunyi. Pengalaman dan pemahaman Jentra terhadap ilmu mereka lebih dalam dan telah mencapai tingkat kematangan yang jauh melampaui Kunara. Kunara adalah replika Jentra dalam pelatihan, tetapi Jentra adalah master dari ajaran itu sendiri.
101.8K viewsCompletedAdded to Library 36 Times as pantun jenaka
Read
+Library
Sangkar Kupu-kupu

Sangkar Kupu-kupu

tanyaku “ajarin seni music,ini cara bikin not balok untuk piano gimana? Kan mba udah diajarin sama eyangti.” “mmmm ….bentar ya dek, mba belajar matematika dulu.” “aahhh mbaaa….nanti aku keburu ngantuk, ini aja aku udah mulai ngantuk nih lhooo…”bujur Jenar padaku “haduuuhhh….sabaaarrrr….sabaaarrrrr….”ucapku pada diri sendiri.“ mbaaa….” Ucap Jenar sekali lagi dengan nada memelas.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as pantun jenaka
Read
+Library
Pewaris Darah Cemani

Pewaris Darah Cemani

Sekali lagi, Pandu tersenyum meremehkan. “Eeeeehhhh!” Denjaka mengerahkan seluruh tenaga yang ia punya. Ia masih tidak percaya bagaimana bisa Pandu menahan tenaga yang ia kerahkan, padahal hampir seluruh kekuatan yang ia punya, ia kerahkan semua. Benar-benar bukan apa-apa. Pandu terus menyunggingkan senyum di bibirnya, mengejek Denjaka yang kini sedang berusaha keras.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as pantun jenaka
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status