Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pacarku Ganteng, tapi Konyol

Pacarku Ganteng, tapi Konyol

Pantun narsis Gior sukses membuat semua yang ada di sana terkekeh geli. Kianna membelalakkan mata melihat kehadiran Gior di depannya. "Pohon randu, daun lontar. Denger suaramu, hati kakak bergetar." Kianna menggigit pipi dalamnya kuat menahan diri untuk tidak salah tingkah mendengar pantun berisi gombalan gembel dari Gior.
1027.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai pantun jenaka
Baca
+Pustaka
Pejantan yang diinginkan nona muda

Pejantan yang diinginkan nona muda

Istri tuan, Sebastian," sahut pelayan junior itu. "Kau yakin ingin menghubunginya? Tanya kepala pelayan dengan ragu. "Hm! Hanya dia yang bisa kita harapkan," sahut sang pelayan muda itu. Mereka pun mencoba menyambungkan panggilan. berdering! Terdengar suara sambungan di sana, namun belum juga mendapatkan jawaban. Satu kali panggilan mereka gagal, kedua kalinya pun masih gagal dan ketiga kalinya terjawab, namun suara jeritan sakit terdengar di dalam kamar sang nona muda.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai pantun jenaka
Baca
+Pustaka
Ngajaknya Bercanda, Nikahnya Beneran

Ngajaknya Bercanda, Nikahnya Beneran

"El. Kakak masih bisa mendengarkan ucapan kamu!" Elvira pura-pura tidak tahu, memilih berjalan mengitari rak bagian tali yang biasanya di gunakan di leher. Semua barang-barang yang ada di sini tidak ada yang jelek, semua bagus dan tentunya sanagt amat mahal walaupun barangnya hanya sekecil kelereng. "Dua juta lima ratus totalnya, tuan." Elvira menoleh ke arah kasir, kaget dengan nominal yang sj sebutkan. Saat melihat siapa yang ada di sana, Elvira hanya membuang nafas pelan lalu menggelengkan kepala.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai pantun jenaka
Baca
+Pustaka
Pesona Janda Kembang

Pesona Janda Kembang

pinta Samuel saat melihat Ariel hendak beranjak pergi entah ke mana. Ariel menghentikan langkahnya. Setelah mengatakan pesanan Samuel kepada pelayanan, sebenarnya dia ingin pergi ke atas untuk beristirahat. Cafe miliki memang memiliki 2 lantai. Di mana lantai satu adalah tempat para pengunjung untuk duduk-duduk sambil menikmati minuman dan juga makanan yang disediakan di cafenya. Sementara lantai 2 memang sengaja dia bangun untuk tempatnya istirahat jika merasa lelah atau pun tak ingin pulang. "Apa tidak bisa?" tanya Samuel saat Ariel menunjukkan wajah kesalnya.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai pantun jenaka
Baca
+Pustaka
Sang Pendekar

Sang Pendekar

Panglima Jenaka lari terpontang-panting menuju hutan yang tidak jauh dari istana kerajaan. "Aku harus pergi ke kadipaten Kuta Gandok, dan aku lebih senang dihukum oleh pihak kerajaan Sanggabuana dari pada aku harus mati di tangan para pemberontak itu," kata Panglima Jenaka sembari terus berlari ke tengah hutan.
9.9166.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.3K kali sebagai pantun jenaka
Tampilkan Ulasan (150)
Baca
+Pustaka
CahyaGumilar79
Buat kakak2 Reader hari ini aku baru up dua bab dan nanti sore satu bab lagi yah. Jangan lupa saweran Gemnya biar penulis semangat dalam berkarya dan juga para reader pun sehat selalu.... doa dan dukungan sangat aku harapkan. Dukung terus cerita ini hingga berada di puncak Rank Salam Pendekar_Lover
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Koma

Koma

panjenengan Sampun nurunaken gerimis Ingkang nukulaken suket ijo Ingkang damel ati iki bungah Dari manusia yang tidak tahu cara. berterimakasih. Mungkin karena dia tidak pernah. ditolong, atau mungkin dia yang tak sadar ketika ditolong.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai pantun jenaka
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Sang Bintang

Terjebak Cinta Sang Bintang

Pinta Jenaka singkat dan dingin, membuat nyali Yola perlahan menciut. "Gua.” Jenaka meraih tangan Yola membuat gadis itu terletak kaget, Ia tidak menyangka Jenaka akan berlaku kasar. “Lepasin gua, kasih gua waktu buat ngomong.” Yola memberontak minta dilepaskan, namun dengan penuh ambisi Jenaka membawa gadis itu untuk turun. Namun, langkah pria itu terhenti saat benda pilih di sakunya berbunyi.
579 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai pantun jenaka
Baca
+Pustaka
Renjana dan Nestapa

Renjana dan Nestapa

Santi memainkan mimik lucu di hadapan Wildan. “Naha jadi Neng yang ngegombal?” Wildan pun coba menyelipkan canda. “Huuh….” Santi melepaskan tangan Wildan. “Atuh da Aa teh pertanyaannya bikin Neng deg-degan. Apa jangan-jangan kalau Neng ke Jakarta, Aa mau pindah ke lain hati?” Giliran Wildan menumpangkan tangannya di atas tangan Santi. Lalu, ia mengangkat jari kelingking sang pujaan hati. “Kita ucapkan janji bareng-bareng yuk!”
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai pantun jenaka
Baca
+Pustaka
Perjalanan Sang Batara

Perjalanan Sang Batara

Iyana ingin membalas senyum tersebut, namun dia masih belum mampu menguasai hatinya dengan baik saat berhadapan dengan Pendekar Tangan Gledek. "Syairnya bagus tuan putri, bahkan banyak kalimat yang terasa tidak asing di telingaku..." ucap Jaka Geni sambil tersenyum. Wajah Iyana seketika memerah mendengar pujian yang keluar dari mulut Jaka Geni. Bibirnya hanya menyunggingkan senyum kecil yang bahkan tidak terlihat di mata pemuda itu. Jaka masih duduk bersila sambil menatap Iyana yang masih berdiri di dalam candi.
1011.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai pantun jenaka
Baca
+Pustaka
Pendekar Golok Melasa Kepappang

Pendekar Golok Melasa Kepappang

"Hahaha...kau benar Aditya! Akupun tak menyangka penyamaran kita begitu sempurna! Bayangkan, kita berdua mampu menembus sampai ke jantung Sriwijaya!" "Aku setuju! Tugas kita dibantu oleh ketamakan Rajaputra Aruna yang bodoh itu haha...! Entah apa nasibnya kini?" "Aih...Aditya, kukira aku punya pantun yang pas untuk Rajaputra Aruna! Coba kau dengar pantunku ini ya!" "Kayu jati di atas batu Sudah diikat dibawa pulang Budaya dunia memang begitu Benda yang buruk memang terbuang"
1019.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 431 kali sebagai pantun jenaka
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status