Filtrar por
Estado de actualización
TodoEn cursoCompletado
Ordenar por
TodoPopularRecomendaciónCalificacionesActualizado
Obsesi Cinta Pemain Wanita

Obsesi Cinta Pemain Wanita

“Lucu sekali. Jangan mengerutkan alis begitu, kamu terlihat seperti anak kecil yang sedang ngambek.” “Ini tidak lucu!” geram Devanda, dia selalu saja diejek Andriyan. Dia tidak suka. “Tidak, ini lucu sekali,” bantah Andriyan. “Mati saja kamu--” “Kamu mau suamimu mati, hm?” Andriyan mengecup kening Devanda. “Ini hukuman. Sekali bicara begitu, akan kuhukum lagi dan sistemnya berlipat ganda.”
103.9K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 140 veces como pantun lucu sunda
Leer
+Biblioteca
Jerat Cinta CEO Mesum

Jerat Cinta CEO Mesum

jawab laki-laki cantik dengan suara khas banci sambil tertawa. "Kamu bukan Mang Yana yang ilang di Cadas Pangeran itu 'kan?" tanya Lura sambil tertawa jika teringat drama laki-laki keturunan sunda itu. "Buku kawin. Eike buku kawin tukang kewong, tapi eike sukria kewong-kewongan." ( Bukan. Aku bukan tukang kawin, tapi aku suka kawin-kawinan)
9.3407.2K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 15.9K veces como pantun lucu sunda
Show Reviews (66)
Leer
+Biblioteca
Nyi Ratu
Maaf ya, tadi siang ada gangguan sinyal atau aplikasinya gitu yang gangguan, aku mau update gak bisa terus. Barusan aku mau update ternyata malah udah muncul 2 bab. Padahal waktu siang tadi gagal kirim.
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Read All Reviews
Bara Dendam di Perbatasan

Bara Dendam di Perbatasan

Rasa penasaran di benak sang prajurit semakin bertumpuk-tumpuk. “Burung kepodang terbang tinggi. Bulunya indah kuning semburat.” Lelaki tua di depan sana bersuara. Ucapannya itu lebih mirip parikan, yaitu pantun pendek yang umum berkembang di Jawa. Untuk kesekian kalinya membuat Seta bingung sendiri. Namun tidak demikian halnya dengan Ki Sajiwa. “Yang dicari ada di sini. Marilah andika datang mendekat,” sahut sang petapa dari Teluk Lawa.
103.5K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 87 veces como pantun lucu sunda
Leer
+Biblioteca
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Lelepah-lelepah pakanane iwak entah Lelumban lelamising lati Landep lancip liding Lumah lemeh, lemeh lumah Lemes Lelepah-lelepah pakanane iwak entah Lelakon oo…lelakon Lir pakeliran suran Lamat pangindunge nyi sinden Lelegon bumi kelairan Lemahku subur Lintangku dhuwur Lelepah-lelepah pakanane iwak entah Limbung nyi buto ijo Lambe ndremimil Lambung perih ngelih Le thole Lodoken lenge gangsir Lebanana kareben ngenthir Lelepah-lelepah pakanane iwak entah. Penduduk pun bersorak sorai ramai sekali mendengar geguritan yang kocak itu. Sarni Trilili tertawa-tawa senang. Benar, memang lucu. Sambil tetap menari orang topengan itu mengedarkan topi pandannya yang bulat plus kumal. Lantas uang logam p
1.6K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 61 veces como pantun lucu sunda
Leer
+Biblioteca
Dendam dan Rahasia Tuan Muda

Dendam dan Rahasia Tuan Muda

“Masih berani ngobrol di pelajaran saya! Sudah pintar sekali kamu ya!” Adhira menyengir sambil menggaruk kepalanya. “Kamu coba buat satu bait.” Pak Heno langsung meminta Adhira yang kebingungan itu membuat pantun. “Ehm… ehmm…. “ Burung perkutut burung merak Burung pelican burung kutilang Burung garuda burung jalak Burung kasuari burung elang
1011.8K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 377 veces como pantun lucu sunda
Leer
+Biblioteca
Lebih dari selamanya

Lebih dari selamanya

Ia tampak enggan membuat pantun juga tak pandai. "Hehe, tidak bisa," katanya menyengir. "Ah, tidak seru! Satu sajalah. Seorang pengacara masak tidak bisa pantun?" Alifa memaksa. Ketika dia menatap wajah Amanda antusias, dia menyadari bahwa dia membutuhkannya. "Baiklah." Ia terpekur sejenak dan mulai melontarkan pantunnya. "Satu...dua...tiga...adalah bilangan...."
105.2K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 115 veces como pantun lucu sunda
Leer
+Biblioteca
Tarian Pemikat Serigala

Tarian Pemikat Serigala

Semboja nyinden dengan suara merdu. “Buah kawung … buah kawung ruruntuyan. Curuluk mah bahan cangkaleng. Gotong royong ... gotong royong baba ... babarengan. Boa boga ... hate goreng. Ulah boga ... hate nu goreng. Buah kawung ... ruruntuyan. Dauna mah pake udud kawung. Gotong royong … gotong royong urang babarengan. Seni sunda ... seni sunda urang dukung.” Semboja mulai bernyanyi dengan merdu ditingkah gerakan dinamis jaipongan.
103.7K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 81 veces como pantun lucu sunda
Leer
+Biblioteca
Cinta & Persahabatan

Cinta & Persahabatan

“Jika kau hanya ingin gangguin aku mending pergi aja sana makan yang banyak di kantin biar makin mirip beruang.” “Sebenarnya aku lebih mirip panda yang lucu daripada beruang , tapi kalau kamu lebih suka beruang ga papa sih , beruang teddy juga lucu.” “Sudahlah , pergilah , aku ga punya tenaga buat ngeladeni ocehan mu.” Kata ku sambil mengangkat kepala dari meja lalu mendorongnya dengan tangan dan kaki ku “makanya ayo makan biar kamu punya tenaga untuk mendorong ku lebih jauh lagi.” Jawab lendra sambil mengangkat kepala nya dari meja juga dan tersenyum kaku
105.4K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 184 veces como pantun lucu sunda
Leer
+Biblioteca
Pusaka Warisan Semut Rangrang

Pusaka Warisan Semut Rangrang

"Kak Madun sayang... jangan bercanda dong! Ini trik bencong bencongan kamu bener-bener gak lucu! Pusaka semut rangrang kamu yang raksasa itu gak mungkin ikutan jadi bencong juga kan?!" ​"Ih, makkk, ekeuuu beneran udah hijrah jadi mami manjah, sutraaa deh lu ahhh! Gak ada itu namanya pasak bumi paku beton, yang ada ekeuuu cuma punya kuas bedak keliling ya booo! Sini ekeuuu dandanin paha mulus lu pada biar cemong semua pakai bedak gatel semut rangrang!" raung Madun dengan gaya bencong bencongan mantap, sambil sengaja melambaikan tangan halusnya yang kekar penuh urat jantan menari-nari interaktif yang sangat kocak memancing tawa seisi ruko kelontong.
67.1K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 169 veces como pantun lucu sunda
Leer
+Biblioteca
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

"Kenapa kalian berdua repot-repot membuang waktu menekan batu pipih mencari tulisan gaib? Lebih baik kalian berbaring menemaniku menghabiskan sisa daging buruan ini. Perutku butuh banyak tenaga sebelum mengawini rahim kalian nanti malam di sarang empuk!" Mendengar ucapan udik tersebut, Sisca dan Karina hanya bisa saling melempar pandangan pasrah. Otak pria purba ini murni hanya diisi oleh siklus makan dan berkembang biak tanpa kenal takut. Dibiarkannya kekonyolan itu terjadi, Karina sekadar menggeleng pelan menahan tawa. "Makan yang banyak, Orang Udik, soalnya malam ini gue bakal meras habis pusaka lo sampai lo minta ampun!" ancam Karina dengan tatapan sange.
10.2K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 275 veces como pantun lucu sunda
Leer
+Biblioteca
ANTERIOR
123456
...
10
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status